Breaking News:

Pilpres 2019

Jokowi Kalah di Media Sosial Dinilai Hoaks

Sentimen positif tentang Jokowi-Ma'ruf di medsos jumlahnya mencapai 46%. Sementara Prabowo-Sandi hanya 28%.

Warta Kota/Henry Lopulalan
PENCABUTAN NO URUT - Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ketika pencabutan nomor urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9). Jokow-Ma'aruf Amin mendapat No 01, sementara Prabowo-Sandi No 02. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Hasil survei lembaga analisa perilaku di media sosial PoliticaWave menepis hoaks yang menggambarkan pasangan petahana Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin kalah dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pertarungan wacana atau isu di media sosial.

Sejak beberapa minggu yang lalu di media sosial beredar semacam analisa atau data yang menggambarkan Jokowi-Maruf kalah oleh Prabowo-Sandi dalam pertarungan wacana atau isu di media sosial.

Data sebenarnya menurut Koordinator Jaringan Masyarakat Muslim Melayu/JAMMAL, Rofiq Al Fikri, lembaga analisa perilaku di media sosial Politicawave merilis hasil pantauannya selama 6-13 Desember 2018 di mana data menunjukkan justru Jokowi-Maruf unggul di medsos dibandingkan Prabowo-Sandi.

Hal itu diukur dari jumlah percakapan Jokowi-Maruf yaitu 739.206 (63,6%), sementara Prabowo-Sandi hanya 422.986 (36,4%) dari total percakapan kedua paslon di medsos yang jumlahnya mencapai 1.162.192 percakapan.

"Menariknya, keunggulan Jokowi-Maruf dalam percakapan medsos pun sejalan dengan keunggulan jenis percakapan yang nadanya positif (sentimen positif)," jelas Rofiq Al Fikri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/12/2018).

Sentimen positif tentang Jokowi-Ma'ruf di medsos jumlahnya mencapai 46%. Sementara Prabowo-Sandi hanya 28%.

Baca: Revisi Disetujui MK, Kementerian Perempuan Akan Bentuk Tim Bersama Kemenag dan Kemenkumham

Namun demikian, sentimen negatif kepada Jokowi-Maruf lebih besar (28%) dibandingkan sentimen negatif tentang Prabowo-Sandi (12%).

Hal itu karena dari pantuan sistem PoliticaWave diketahui pendukung Jokowi cenderung lebih mengkampanyekan prestasi Jokowi, namun jarang yang membicarakan sisi negatif dari Prabowo-Sandi.

Hal yang sebaliknya terjadi di kubu Prabowo-Sandi. Di medsos mereka cenderung membicarakan hal negatif tentang Jokowi-Maruf dibanding mengkampanyekan prestasi atau hal positif dari Prabowo-Sandi.

Dalam periode pengamatan ini, Politicawave mencatat dua hal paling menonjol dari kedua kubu.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved