Pilpres 2019

Kunjungi Ponpes di Serang, Ma'ruf Ajak Kiai Banten Ingat Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengajak para kyai dan ulama di Banten untuk kembali mengingat sejarah tentang bangsa ini.

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin dalam acara Silaturahmi Nahdliyyin Kabupaten dan Kota Serang, serta Kota Cilegon, di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata) Serang, Banten, Minggu (16/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengajak para kyai dan ulama di Banten untuk kembali mengingat sejarah tentang bangsa ini.

Hal itu disampaikan Ma'ruf Amin dalam acara Silaturahmi Nahdliyyin Kabupaten dan Kota Serang, serta Kota Cilegon, di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata) Serang, Banten, Minggu (16/12/2018).

"Kita harus belajar dari sejarah, bagaimana para pendahulu kita membangun kesepakatan, mitsaq. Berupa NKRI dan Pancasila. Nabi sendiri pernah melakukan mitsaq, kesepakatan untuk kedamaian Madinah," kata Ma'ruf.

Ma'ruf juga mengatakan, di Indonesia, para ulama juga  menjaga negara ini dengan luar biasa.

Baca: Sempat Dikabarkan Idap Tumor Otak, Gugun Gondrong Kini Kembali Aktif Bersama Persija Jakarta

Ia menjelaskan bagaimana paska Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, beberapa bulan kemudian, tepatnya di bulan Oktober, Belanda dan sekutu kembali datang dan ingin merebut Indonesia.

Para Ulama yang dipimpin Rais Akbar mengeluarkan Resolusi Jihad yang melahirkan semangat Umat Islam untuk melawan penjajah Belanda dan sekutu saat itu.

"Ulama kita telah membangun kesepakatan tentang konsep dan dasar Negara ini. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila. Kita harus menaati dan menjaga kesepakatan itu," ungkap Ma'ruf.

"Jika dilihat dari isi Pancasila, apa negara ini islami, ya tentu Indonesia ini negara kebangsaan yang bertauhid, karena ada Sila Ketuhanan yang Maha Esa," tandasnnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved