Pilpres 2019

Erick Thohir: Pak Jokowi dari Ujung Kaki Semuanya Buatan Indonesia

Ia menilai bahwa masih banyak masyarakat Indonesia lebih memilih produk buatan luar negeri.

Erick Thohir: Pak Jokowi dari Ujung Kaki Semuanya Buatan Indonesia
Reynas Abdila/Tribunnews.com
Erick Thohir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir berbicara soal pentingnya produk-produk lokal harus terus didukung pertumbuhan ekonominya.

 Ia menilai bahwa masih banyak masyarakat Indonesia lebih memilih produk buatan luar negeri.

 Hal ini sebagai wujud harapan calon presiden petahana Joko Widodo agar eskpor berbagai komoditi tidak terus diteken untuk tahun-tahun mendatang.

 “Pak Jokowi itu dari ujung kaki sampai semuanya buatan Indonesia. Sepatu katsnya, jaketnya, itu buatan Solo yang tahu. Jadi penting sekali kreator-kreator (fesyen) merapatkan barisan ke Bekraf karena Bekraf sudah berhasil menciptakan peluang baru,” kata Erick di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

 Menurutnya, pemerintah dibantu Komisi X DPR terus mendorong sektor ekonomi kreatif yang bertumbuh pesat menyusul perkembangan market online.

Baca: 6 Manfaat Buah Pare untuk Kesehatan, dari Mengurangi Resiko Diabetes hingga Kurangi Berat Badan

 Di akhir tahun, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali memberikan dukungan pada acara fesyen, Wall of Fades. 

 Acara ini diklaim sebagai pameran denim terbesar di Asia Tenggara, yang melibatkan banyak pelaku industri fashion lokal.

 Setidaknya ada 65 brand ikut serta dalam pameran yang diselenggarakan di Kuningan City, Jakarta.

 Bekraf punya berbagai program untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif agar lebih maju lagi usahanya, dengan dukungan dan fasilitasi di bidang riset edukasi, pemasaran, financing, HKI, dan infrastruktur,” ujar Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Bekraf, Ari Juliano Gema.

 Ari menambahkan, industri fashion merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua di Indonesia. 

 “Perkembangan subsektor fashion ini lumayan besar, fashion adalah salah satu subsektor yang kontribusinya nomor 2 tertinggi di antara 16 subsektor lainnya, yaitu sekitar 18% dari Rp 922 triliun terhadap PDB Indonesia,” tambahnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved