Pilpres 2019

Tim Jokowi: Kalau Presiden Harus Hebat Bahasa Inggrisnya, Prabowo Kalah Sama Cinta Laura

Hasto mengatakan, Jokowi sangat memahami perkembangan dunia. Termasuk perkembangan kalangan milenial.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pidato capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di acara Silaturahmi Akbar di Regale Internasional Convention Centre, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (23/2/2019). Kegiatan Silaturahmi Akbar tersebut memgambil tema "Membangun Demokrasi yang Beradab, Menuju Indonesia Menang". TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto lagi-lagi melontarkan sindiran ke kubu lawannya, pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Hasto kali ini menyinggung tentang perlunya Presiden Indonesia pintar berbahasa Inggris yang dia lontarkan di sela safari politik kebangsaan jilid IX diBandar Lampung, Minggu (3/3//2019).

"Jangan dilihat dari sisi transformasi kebudayaannya. Kemudian, seolah-olah ke-Inggris-Inggrisan, sehingga tim kampanye Pak Prabowo mengatakan, jadi pemimpin itu Bahasa Inggris-nya harus hebat," ujar Hasto di hadapan 100an milenial kota Bandar Lampung.

Baca: Dibilang Gemukan, Cinta Laura: Itu Benar-benar Enggak Sopan

Baca: LBH Pers Minta Komitmen Kepolisian Hingga Perusahaan Media Dukung Kebebasan Pers

Hasto mengatakan, jika seperti itu pemahamannya, sosok aktris Cinta Laura lebih hebat Berbahasa Inggris-nya dari Prabowo Subianto.

Kata dia, Cinta Laura lebih baik jadi Presiden RI saja, ketimbang Prabowo.

"Ya kalau jadi Presiden Bahasa Inggris-nya harus hebat, Pak Prabowo kalah sama Cinta Laura. Cinta Laura saja yang jadi presiden, kira-kira seperti itu. Kalau menjadi presiden diukur dari Bahasa Inggris-nya, Cinta Laura jadi presiden, karena lebih baik dari Pak Prabowo pasti," kelakar Hasto disambut riuh  milenial.

Hasto mengatakan, Jokowi sangat memahami perkembangan dunia. Termasuk perkembangan kalangan milenial.

Calon presiden petahana itu, ucap Hasto, mendorong pembangunan infrastruktur digital.

Agar kalangan milenial bisa mengikuti perkembangan dunia yang begitu cepat.

Satu di antaranya dengan membangun Palapa Ring, proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 km.

"Pak Jokowi sangat memahami global trend," klaim Hasto.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved