Pilpres 2019

Survei LSI: Mayoritas Pemilih Muslim Jokowi-Ma'ruf Sebut Ekonomi Baik

Dari base 71,0 persen pemilih islam menilai ekonomi baik, 67,1 persen merupakan pemilih Jokowi-Ma'ruf. Sedangkan, 23,8 persen merupakan pemilih Prabow

Survei LSI: Mayoritas Pemilih Muslim Jokowi-Ma'ruf Sebut Ekonomi Baik
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa saat rilis survei di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Survei lembaga penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukan pemilih muslim menjadi aspek yang paling diburu oleh kandidat capres-cawapres yang berkompetisi di Pilpres 2019.

Sebab, dari hasil survei 18-25 Februari 2019, base pemilih islam sebesar 87,8 persen.

LSI kemudian, mengkategorikan pemilih islam di kedua kubu pada penilaian terhadap kondisi ekonomi Indonesia sekarang.

Hasilnya, terjadi perbedaan mencolok antara pemilih pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pesangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dari base 71,0 persen pemilih islam menilai ekonomi baik, 67,1 persen merupakan pemilih Jokowi-Ma'ruf. Sedangkan, 23,8 persen merupakan pemilih Prabowo-Sandi.

Sementara, di base 24,9 persen pemilih islam yang menganggap ekonomi buruk, sebanyak 63,7 persen merupakan pemilih Prabowo-Sandi.

Hanya 26,3 persen yang merupakan pemilih Jokowi-Ma'ruf.

"Jokowi-Ma'ruf unggul di segmen pemilih muslim yang menilai ekonomi baik. Sedangkan Prabowo-Sandi unggul di segmen pemilih muslim yang menilai ekonomi buruh," kata Peneliti LSI, Ardian Sofa saat rilis di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019).

Sementara itu, di kalangan pemilih minoritas dengan base 12,2 persen juga turut dibedah dalam hal penilaian terhadap kondisi ekonomi.

Dari base 85,0 persen yang mengatakan ekonomi baik, 87,2 persen merupakan pemilih Jokowi-Ma'ruf. Hanya 7,2 persen yang mengaku memilih Prabowo-Sandi.

Baca: NasDem: Hanya Kaum Nasionalis-Agamais yang Siap Melawan Hoaks

Sedangkan, di base 9,5 persen yang mengatakan ekonomi buruk, pemilih Jokowi-Ma'ruf angkanya paling tinggi yakni 50,0 persen. Pemilih Prabowo yang menilai ekonomi buruk hanya 42,9 persen.

"Jokowi-Ma'ruf unggul dipemilih yang menilai ekonomi baik atau buruk. Namun, selisih kemenangan Jokowi-Ma'ruf lebih besar di segmem ekonomi baik," jelas Ardian.

Diketahui, survei ini dilakukan pada 18-25 Februari 2019, dengan melibatkan 1.200 responden.

Metode yang digunakan yaitu multistage random sampling, dengan wawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar  2,9 persen.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved