Pipres 2019

Harimau Jokowi Ancam Gugat POM TNI Jika Tidak Klarifikasi Rekam Jejak Prabowo

Harimau Jokowi akan gugat POM TNI lewat pra peradilan jika dalam waktu seminggu tidak klarifikasi rekam jejak Prabowo.

Harimau Jokowi Ancam Gugat POM TNI Jika Tidak Klarifikasi Rekam Jejak Prabowo
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Kuasa Hukum Ormas Harimau Jokowi Petrus Selestinus di sebuah restoran di Stasiun Gambir Jakarta Pusat usai mendatangi Markas Puspom AD di Jakarta Pusat pada Kamis (14/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa Hukum Harimau Jokowi, Petrus Selestinus, mengatakan pihaknya memberikan waktu selama satu minggu kepada Komandan Polisi Militer TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto untuk memberikan klarifikasi kepada pihaknya terkait rekam jejak Prabowo Subianto selama aktif berdinas di TNI.

Ia mengatakan jika Dedy tidak memberikan klarifikasi, pihaknya akan menggugat POM TNI sebagai institusi lewat pra peradilan.

Hal itu disampaikan Petrus usai mendatangi Puspom AD di Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019).

Baca: Harimau Jokowi Ajukan Audiensi dengan Danpuspom TNI untuk Klarifikasi Rekam Jejak Prabowo

"Kita harus beri batas waktu ke Puspom TNI, kalau sampai dengan batas waktu satu minggu ini tidak ada jawaban. Maka untuk kepentingan umum yang lebih besar, Harimau Jokowi akan menggugat pra peradilan Puspom TNI ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur," kata Petrus.

Tidak hanya itu, Petrus mengatakan jika pra peradilan sampai berlangsung, ia akan meminta mantan Danjen Kopassus dan Dewan Kehormatan Perwira Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar untuk memberikan kesaksiannya terkait Prabowo saat masih aktif menjadi prajurit TNI.

"Di dalam pra peradilan kita minta Agum Gumelar harus bicara seperti yang diomongkan. Kita minta beliau jadi saksi. Kita minta hakim panggil Dewan Kehormatan Perwira yang waktu itu memeriksa Prabowo," kata Petrus.

Baca: Bahas Isu Kiamat, Ini Hasil Mediasi Antara Pondok Pesantren dan MUI Kasembon Batu, Apa Saja ?

Sebelumnya ormas Harimau Jokowi mendatangi Markas Pusat Polisi Militer (Puspom) Angkatan Darat di Jakarta Pusat pada Kamis (14/3/2019) untuk bertemu dengan Komandan Polisi Militer TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto.

Namun, Ketua Umum Harimau Jokowi Saiful Huda Ems bersama kuasa hukum Harimau Jokowi Petrus Selestinus tidak dapat bertemu dengan Dedy.

Alasannya Dedy sedang berada di Markas Pusat Polisi Militer TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur.

Baca: Penampakan Padepokan Milik Katimun, Pria Penyebar Ajaran Kiamat Sudah Dekat yang Gegerkan Ponorogo

Saiful mengatakan ia bersama sejumlah rekannya dari Harimau Jokowi ingin meminta klarifikasi terkait rekam jejak dan catatan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto selama menjadi perwira TNI.

"Harimau Jokowi sebagai ormas yang ingin berperan aktif untuk pemilu yang bersih, sehat, san menginginkan pemimpin nasional yang berintegritas mau mempertanyakan soal kejahatan Prabowo di masa dia menjadi Danjen Kopassus," kata Saiful di Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (14/3/2019).

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved