Pilpres 2019

Beberapa Negara Sudah Bisa Mencoblos, KPU Imbau Jangan Pamer Foto Surat Suara di Media Sosial

Pemilih di beberapa negara akan menyalurkan hak konstitusionalnya pada Pemilu 2019 lebih awal.

Beberapa Negara Sudah Bisa Mencoblos, KPU Imbau Jangan Pamer Foto Surat Suara di Media Sosial
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Ilham Saputra 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilih di beberapa negara akan menyalurkan hak konstitusionalnya pada Pemilu 2019 lebih awal.

Mereka menyalurkan hak pilihnya lewat pengiriman pos lantaran banyak yang berdomisili jauh dari lokasi tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN).

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Pemilu TPSLN memang dilakukan lebih cepat satu minggu dari Indonesia, yakni rentang tanggal 8 hingga 13 April 2019.

Baca: Ditutup Melemah, Rupiah Diprediksi Stabil Pekan Depan

Sedangkan negara Polandia, jauh lebih cepat yaitu 8 Maret 2019.

"Memang sudah mulai, karena memang sudah dikirim jauh-jauh hari pada 8 Maret. Jadi ada beberapa negara yang punya pos, ada yang ke TPSLN langsung," kata Komisioner KPU RI Ilham Saputra di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).

Sayangnya, beberapa dari mereka yang sudah mencoblos malah memamerkan surat suara tersebut ke media sosial.

Hal itu disayangkan Ilham karena dikhawatirkan dapat memicu potensi transaksi politik uang.

Baca: Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Ujaran Kebencian, Said Aqil: Kalau Mau Dilanjutkan, Monggo!

"Di Polandia itu, kalau nggak salah dia nyoblos terus difoto. Nah, itu nggak bagus juga sebenarnya. Saya mengimbau hal ini karena nanti bisa saja kemudian ada potensi money politic. Misalnya ada potensi mempengaruhi pilihan orang lain, seperti itu," jelas Ilham.

Potensi politik uang yang ia maksud adalah kemungkinan foto dari surat suara tercoblos itu bisa mempengaruhi pilihan mereka yang belum mencoblos.

Selain itu, dikhawatirkan muncul potensi transaksi politik pascabayar seperti yang sebelumnya dikemukakan Bawaslu RI.

Baca: Pria dari Simalungun Ini Terpaksa Menjambret Telepon Genggam Bocah di Depok

Yakni transaksi politik uang dengan cara memfoto surat suara tercoblos sebagai bukti untuk menebus hadiah dari pihak tertentu yang telah dijanjikan sebelumnya.

KPU RI sendiri sebelumnya juga sudah melarang para pemilih membawa segala bentuk gadget ke bilik suara. Alasannya untuk menghindari transaksi politik uang pascabayar tadi.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved