Pilpres 2019

Sekjen PKPI Akui Kesulitan Kampanyekan Keberhasilan Jokowi dalam Bentuk Angka-angka

"kalau bicara angka masyarakat tidak terlalu memahami manfaat dana desa untuk membangun jalan," ujar Verry Surya Hendrawan

Sekjen PKPI Akui Kesulitan Kampanyekan Keberhasilan Jokowi dalam Bentuk Angka-angka
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo memberi sambutan usai melakukan senam bersama Srikandi Jokowi - Ma'ruf Amin di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019). Jokowi mengajak srikandi pendukung Capres-Cawapres nomor urut 01 untuk solid menjelang Pemilu Presiden dan melawan fitnah dan kabar bohong. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Verry Surya Hendrawan mengakui kesulitan menarasikan program kerja calon presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi.

Hal itu lantaran penyampaian hasil kerja Jokowi masih berkutat pada angka sehingga masyarakat sulit mencernanya.

Baca: Malam-malam, Jokowi Beli 10 Durian di Pasar Pulau Payung Dumai 

Ia mencontohkan bagaimana program dana desa yabg telah dikucurkan ke masyarakat.

"Misalnya, Pak Jokowi berhasil membangun dengan dana desa sebanyak 190 ribu kilometer lebih se-Indonesia. Nah, ini kalau bicara angka masyarakat tidak terlalu memahami manfaat dana desa untuk membangun jalan," ujar Verry Surya Hendrawan saat dihubungi, Selasa (26/3/2019).

Meski begitu, Sekjen PKPI ini pun menyebut, akan gencar kampanye door to door dengan narasi positif capaian Jokowi dengan bahasa yang mudah di pahami masyarakat.

"Kalau kita datang ke masyarakat, kemudian kita jelaskan ini lho jalannya, ini loh fisiknya, terbantu enggak. Tanpa perlu menjelaskan itu lebih mengena. Itu yang kami lakukan dan kami dorong," kata Verry.

Baca: Respon TKN Jokowi-Maruf Sikapi Temuan Bawaslu Soal Dugaan Pelanggaran Dalam Kampanye Terbuka

Ia juga menyoroti soal kritikan pengamat politik Ray Rangkuti, yang menyebut partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) kurang gencar mengkampanyekan Jokowi - Maruf Amin.

"KIK (Koalisi Indonesia Kerja), TKN (Tim Kampanye Nasional) sudah punya aturan yang jelas diantara parpol dan relawan. Kapan mesti tarik, kapan mesti ulur. Siapa mesti bergerak, siapa mesti dukung dari belakang," jelas Verry.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved