Breaking News:

Pilpres 2019

Hashim Ancam Layangkan Gugatan ke Interpol dan PBB, Ini Tanggapan KPU RI

Ketua KPU RI Arief Budiman menjamin lembaga Pemyelenggara Pemilu pimpinannya itu sama sekali tidak berlaku curang.

Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Arief Budiman 

Katanya, mereka sudah menyisir DPT dan menemukan 17,5 juta pemilih invalid. Laporan itu sudah diserahkan ke KPU RI sejak 15 Desember 2018.

Namun hingga kini, kata dia, KPU seperti mengindahkan pelaporannya tersebut.

Hashim mengatakan wajar bila pihaknya menggugat bila ditemukan indikasi kecurangan dalam persiapan hingga pelaksanaan Pemilu 2019 karena pihaknya sudah berusaha melaporkan perkara itu sejak akhir tahun lalu.

"Kalau ada kecurangan yang tidak ditangani kami akan lapor semua pihak, bisa Bareskrim Mabes Polri atau Interpol tergantung bagian hukum, kami juga akan laporkan ke International Court of Juctice atau Mahkamah Internasional PBB, ke human rights, pokoknya ke semua pihak yang sah," ujar Hashim di Hotel Ayama Midplaza, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).

Baca: Ferdinand Hutahaean Laporkan Peretasan Akun Twitter, Email serta Pencemaran Foto Dirinya

"LSM Internasional pernah mempermasalahkan keabsahan Pemilu di Thailand yang digelar oleh petahana, dan tentu di beberapa negara lain," imbuhnya.

Lebih jauh, ia juga mengatakan wajar bila tokoh seperti Amien Rais mengancam akan menggerakkan ‘people power’ untuk memprotes hasil Pemilu.

"Kalau ada ‘people power’ di mana menunjukkan ketidakpuasan rakyat, kalau ada kecurangan tentu tidak akan kami tolerir karena kami sudah berusaha sejak 15 Desember 2019,” pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved