Pilpres 2019

Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Jokowi: Dicek Saja, Laporkan Ke Bawaslu!

Video berdurasi 5 menit 5 detik itu beredar di media sosial Whatsapp memperlihatkan surat suara pemilihan Presiden dan pemilihan DPR RI yang telah

Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Jokowi: Dicek Saja, Laporkan Ke Bawaslu!
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo disambut meriah ribuan peserta kampanye akbar saat tiba di Depok, Jawa Barat, Kamis (11/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pengusutan surat suara tercoblos nomor urut 01 di Selangor, Malaysia.

"Ya dicek saja lah, kalau itu benar dan itu merupakan pelanggaran laporkan saja ke Bawaslu. Mekanismenya jelas kok, nggak usah diangkat isu-isu yang nggak jelas," kata Jokowi kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Kamis (11/4/2019).

Diketahui, beredar sebuah video yang menunjukkan tumpukan puluhan kantong warna hitam berisisurat suara Pemilu 2019 sudah tercoblos dalam ruangan kosong sebuah ruko, kawasan Bandar Baru Bangi, Taman Universiti Bangi, Selangor, Malaysia.

Video berdurasi 5 menit 5 detik itu beredar di media sosial Whatsapp memperlihatkan surat suara pemilihan Presiden dan pemilihan DPR RI yang telah tercoblos.

Nampak sekitar 57 kantong hitam dibariskan rapi pada sudut ruangan.

Baca: Bawaslu Benarkan Banyak Surat Suara Sudah Tercoblos Untuk Paslon 01 di Kuala Lumpur

Ditunjukkan dalam video, surat suarapemilihan Presiden sudah tercoblos untuk paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf, sedangkan surat suara DPR RI tercoblos untuk caleg Partai Nasdem nomor urut 3 atas nama Ahmad.

Nama Ahmad sendiri terdaftar sebagai caleg DPR RI daerah pemilihan DKI Jakarta II.

"Sudah dicoblos 01, partai nasdem nomor 5, calegnya nomor urut 3 namanya Ahmad," ujar salah seorang dalam video.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar membenarkan adanyavideo ini. Hal itu ia pastikan berdasarkan laporan dari Panwaslu Kuala Lumpur.

"Jelas ada kegiatan yang TSM (terstruktur, sistematis, dan masif) dalam kegiatan ini. Terbukti PPLN (Panitia Pemilihan luar Negeri) tidak melaksanakan tugas dengan benar," kata Fritz kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Atas kasus tersebut, Bawaslu RI akan meminta KPU RI menghentikan sementara segala kegiatan pemungutan suara di seluruh wilayah Malaysia hingga kasus ini terang-benderang.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved