Pilpres 2019

Banyak Ditemukan Surat Suara Tak Sah, Pemilih di Hongkong Tak Mengenal Caleg

surat suara sah di Hong Kong sebanyak 40.179 suara, sedangkan surat suara tidak sah mencapai 5.586 surat suara

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Bawaslu Abhan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menyoroti tingginya angka surat suara tidak sah yang mencapai 13 persen untuk pemilihan calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Hongkong.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu RI, Abhan saat proses rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional dan penetapan hasil pemilihan umum tahun 2019 di Gedung Bawaslu RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019).

"Mohon bisa dijelaskan terkait perolehan suara tidak sah di DPR, kenapa sampai surat suara yang tidak sah tinggi dari perhitungan kami jumlahnya mencapai 13 persen," tanya Abhan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara, surat suara sah di Hong Kong sebanyak 40.179 suara, sedangkan surat suara tidak sah mencapai 5.586 surat suara dengan total suara 45.765.

Baca: Silaturahmi Ulama 01 dan 02 Bersatu Tetap Menjaga Kemuliaan Bulan Ramadhan 1440 Hijriah

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Hong Kong, Suganda Supranto, menjelaskan, tingginya jumlah surat suara DPR RI yang tidak sah karena tidak dicoblos pemilih saat di TPS.

"Khusus untuk pemilu legislatif pada saat penghitungan surat suara di TPS banyak yang tidak dicoblos. Melalui pos juga banyak ditemukan surat suara yang disobek kolom pesertanya, itu yang dikirim ke kami," kata Suganda menjawab pertanyaan Abhan.

Dia menilai, pemilih tidak mencoblos surat suara merupakan respon dari pemilih yang berasal dari provinsi berbeda, namun saat pemilu diberikan caleg dari dapil DKI 2 yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri.

"Kami melihatnya karena respon dari pemilih yang berasal dari Jatim (Jawa Timur,-red) dan Jateng (Jawa Tengah,-red), tetapi memilihnya untuk dapil Jakarta," tambahnya.

Untuk diketahui, pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang di Hong Kong.

Ketua Panitia Penyelenggara Luar Negeri (PPLN) Hong Kong, Suganda Supranto, mengatakan jumlah suara pasangan Jokowi-Maruf unggul dibandingkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun, jumlah partisipasi pemilih itu tidak mencapai 50 persen. Dia menjelaskan, jumlah WNI di Hongkong yang terdaftar sebagai pemilih sebanyak 181.009 pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT), pemilih tambahan (DPTb) dan pemilih kategori khusus (DPK). Sebanyak 45.464 menggunakan hak pilihnya.

Untuk pemungutan suara di wilayah kerja PPLN Hongkong, menggunakan 46.510 surat suara dari total 183.914 surat suara. Rinciannya 9.970 surat suara via pos tak kembali, surat suara 2.238 dikirim kembali dari PPLN dan 124.997 surat suara tak terpakai.

Sedangkan, untuk hasil pemilu legislatif, PDI Perjuangan mendapat suara terbanyak di PPLN Hong Kong. Partai tersebut memperoleh 20.064 suara sah untuk partai dan untuk calon anggota legislatif.

Untuk, pileg 2019 di Hong Kong diikuti 45.765 pemilih dari 181.009 WNI yang terdaftar sebagai pemilih.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved