Pilpres 2019
Relawan Jokowi-Ma’ruf: Ijtimak Ulama Jangan Berpihak
Menurutnya keberpihakan Ijtima Ulama pada salah satu pihak menyebabkan polemik di masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Bidang Advokasi Pro Joko Widodo-Ma’ruf Amin Centre (JoMaC), Suriyanto mengatakan gelaran Ijtima Ulama yang beberapa hari lalu diadakan di Bogor, Jawa Barat seharusnya tak berpihak pada salah satu pasangan calon presiden dan cawapres atau kepada partai politik tertentu.
Menurutnya keberpihakan Ijtima Ulama pada salah satu pihak menyebabkan polemik di masyarakat.
“Sah saja digelar Ijtima Ulama namun keberpihakan pada salah satu pihak jangan sampai terjadi bila memang Ijtima Ulama digelar untuk memberi manfaat ke masyarakat dengan menyelesaikan masalah kecurangan Pemilu yang digembar-gemborkan saat ini,” ungkap Suriyanto di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (5/5/2019).
Baca: Petugas KPPS Meninggal Dunia 440 Orang, 3.788 Sakit
Suriyanto melanjutkan bahwa Ijtima Ulama harusnya bisa memberi kesejukan dan berdiri di tengah pihak masalah serta bukan memihak ke salah satu pihak.
“Sangat disayangkan kalau sampai Ijtima Ulama memihak ke salah satu pihak, karena Ijtima Ulama yang dipelopori tokoh agama harusnya berdiri di tengah masyarakat dan menyampaikan kesejukan kepada masyarakat,” tegasnya.
Baca: Fadli Zon: Kecurangan Pemilu Harus Ditindak
Suriyanto menegaskan Ijtima Ulama harusnya bisa memberi contoh baik kepada masyarakat agar taat pada konstitusi dalam berdemokrasi.
“Karena dalam menyikapi kecurangan Pemilu harusnya menggunakan jalur hukum yang sah seperti melalui MK (Mahkamah Konstitusi) yang bisa dilakukan Ijtima Ulama sebagai contoh masyarakat,” pungkasnya.
Ijtima Ulama III yang digelar 1 Mei 2019 lalu menghasilkan rekomendasi yang salah satunya adalah mendesak KPU RI untuk mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf Amin atas dasar penemuan kecurangan selama Pemilu 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabowo-menandatangai-pakta-integritas-ijtima-ulama-2_20180916_171404.jpg)