Pilpres 2019

Jokowi: Kalah Itu Pasti Tidak Puas

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai wajar jika setelah diumumkan hasil Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), ada pihak yang merasa ti

Jokowi: Kalah Itu Pasti Tidak Puas
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai wajar jika setelah diumumkan hasil Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), ada pihak yang merasa tidak puas. 

"Yang namanya kalah ya mesti tidak puas, enggak ada kalah yang itu puas, enggak ada. Kalah itu pasti enggak puas," ujar Jokowi seusai buka puasa bersama dengan Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Menurut Jokowi, jika tersebut merasa tidak puas karena dinilai ada kecurangan dalam Pemilu 2019, maka sebaiknya menempuh jalur yang telah ditentukan yaitu Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ini kan mekanisme menurut konstitusi, mekanisme yang sudah disepakati bersama-sama di DPR, semua fraksi ada semua, semua partai ada, jangan aneh-aneh lah," ujar Jokowi. 

Baca: Ferdinand Hutahaean Berhenti Dukung Prabowo-Sandi, Ini Penyebabnya

Baca: Tak Kuasa Menahan Sedih, Denada Curahkan Perasaannya Setahun Putrinya Idap Leukimia

Baca: TERBARU Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo, Senin 20 Mei 04.30 WIB: 6 Wilayah 100%

"Harusnya mekanisme konstitusional itu yang diikuti, jangan anulah, ini kita membuat sebuah fondasi dalam kita berdemokrasi harus diikuti," sambung Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyampaikan, Indonesia tidak hanya satu dua kali dalam menyelenggarakan Pemilu dan pada 17 April 2019, masyarakat telah menentukan pilihannya dalam bilik suara. 

Baca: Enam Pesan PP Muhammadiyah Terkait Isu Aksi Massa di Hari KPU Umumkan Hasil Pemilu

"Rakyat sudah berkehendak, sudah memutuskan. Setelah itu ada proses, proses perhitungan, prosesnya itu semua diikuti karena semua proses demokrasi seperti itu kalau sudah dihitung oleh kpu, yang menang sudah ditetapkan, itulah keputusan dari penyelenggara pemilu yaitu KPU," tutur Jokowi.

Diketahui, KPU saat ini masih melakukan rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 dan direncanakan diumumkan pemenang Pilpres pada 22 Mei 2019. 

Buka puasa bersama Golkar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara buka puasa bersama dengan Partai Golongan Karya (Golkar) di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Sekitar pukul 17.02 WIB, Jokowi datang dengan menggunakan batik coklat lengan panjang ditemani Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, langsung disambut Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. 

Baca: Di Sulawesi Selatan, Perolehan Suara Prabowo-Sandiaga Unggul dari Jokowi-Maruf

Saat memasuki ruangan, Jokowi tampak menyalami satu per satu para kader Golkar yang sudah duduk rapih dengan meja bundar. 

Setelah bersalaman, Jokowi menempati tempat duduknya bersama Jusuf Kalla, Pratikno, Airlangga, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Sosial Agus Gumiwang.

Baca: Arnold Schwarzenegger Ditendang Fansnya dari Belakang, Si Penendang Malah Terjengkang

Adapun tokoh internal Golkar yang hadir yaitu Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Golkar Akbar Tandjung, Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Mahyudin, Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, mantan Gubernur NTB yant juga politikus Golkar Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Madji, 

Selain kader Golkar, tampak hadir juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketu Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate, dan lainnya. 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved