Pilpres 2019

Kapolri Sebut Anak-anak Muda Dibayar untuk Melakukan Aksi Provokator

Jenderal Tito Karnavian menyebut jika mayoritas para provokator adalah anak-anak dan dibayar dalam aksi di depan Gedung Bawaslu dan Asrama Brimob.

Kapolri Sebut Anak-anak Muda Dibayar untuk Melakukan Aksi Provokator
Kolase TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN dan Youtube/Kompas TV
Jenderal Tito Karnavian menyebut jika mayoritas para provokator adalah anak-anak dan dibayar dalam aksi di depan Gedung Bawaslu dan Asrama Brimob. 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut jika mayoritas para provokator adalah anak-anak dan dibayar dalam aksi di depan Gedung Bawaslu dan Asrama Brimob.

TRIBUNNEWS.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya menemukan uang dengan jumlah total Rp 6 juta dari para provokator yang ditangkap karena melakukan aksi anarkistis di depan Gedung Bawaslu dan Asrama Brimob Petamburan.

Bahkan, saat diperiksa, provokator yang mayoritas adalah anak-anak muda ini mengaku dibayar untuk melakukan aksinya.

"Yang diamankan ini kami lihat, termasuk yang di depan Bawaslu, ditemukan di mereka amplop berisikan uang totalnya hampir Rp 6 juta, yang terpisah amplop-amplopnya. Mereka mengaku ada yang bayar," kata Tito dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Baca: Kapolri Beberkan Jenis Senjata Canggih yang Disita Aparat Jelang Aksi 22 Mei

Baca: Amien Rais: Saya Nangis tapi Marah, Kapolri Harus Tanggung Jawab

Baca: 101 Terduga Provokator Aksi 22 Mei Diamankan, Bawa Amplop dengan Total Uang Rp 6 Juta

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya menduga kericuhan yang terjadi setelah pembubaran aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu dipicu oleh massa bayaran.

Sejumlah amplop berisi uang pun ditemukan dari massa yang diamankan.

"Ada juga massa yang masih simpan amplop, uangnya masih ada, dan kami sedang mendalami itu," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Iqbal memastikan bahwa demonstran yang sejak siang melakukan aksi di depan gedung Bawaslu sudah bubar sejak pukul 21.00 setelah menggelar shalat tarawih.

Baca: Jelang Aksi 22 Mei 2019, Kapolri Tetapkan Siaga I di Lingkungan Internal Polisi

Baca: Kapolda Metro Jaya dan Kapolri Merapat ke KPU RI Setelah Jalan Imam Bonjol Ditutup Total

Baca: Fakta Terkini Aksi 22 Mei di Jakarta, Amankan 99 Orang hingga 60 Persen Pedagang di LTC Glodok Tutup

Namun, sebelum itu polisi menemukan ada 200 orang yang berkerumun di Jalan KS Tubun.

Massa ini diduga bukan demonstran di depan gedung Bawaslu.

Polisi pun menduga bahwa massa itu dipersiapkan untuk membuat kerusuhan dari tadi malam hingga pagi tadi.

"Bahwa peristiwa dini hari tadi adalah bukan massa spontan," ucap Iqbal.

(Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kapolri: Provokator Mengaku Dibayar, Total Uang Rp 6 Juta

Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved