Breaking News:

Pilpres 2019

Majelis Tinggi Demokrat Bantah Koalisi Perlu Bubar, Sindir Rachland Nashidik: Anda Mau Jadi Menteri?

Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua memberikan penjelasan mengenai pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik

Editor: Lailatun Niqmah
YouTube/Kompas TV
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik 

TRIBUNNEWS.COM - Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua memberikan penjelasan mengenai pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik untuk membubarkan koalisi partai Tim Kampanye Nasional (TKN) kubu 01 dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) kubu 02.

Hal ini diungkapkan saat menjadi narasumber di program tayangan BeritaSatu, Senin (10/6/2019).

Mulanya Max menyangangkan ada kembali ungkapan kontroversi yang membuat pandangan Demokrat kembali berbenturan dengan kubu 02.

"Kita sayangkan dalam suasana yang seperti ini, gejolak ini timbul sehingga masyarakat menilai seolah-olah Demokrat kok jadi begini, membentur-benturkan, AHY dibenturkan, Pak SBY dibenturkan dengan kebijakan-kebijakan, padahal sebenarnya tak demikian," ujar Max.

Baca: Dituduh akan Melakukan Kudeta, Kim Jong-un Mengeksekusi Seorang Jendral dalam Tangki Berisi Piranha!

Ia lantas menuturkan bahwa ada peraturan yang seharusnya diikuti.

"Kalau kita mau ikut rules of the game dari partai ini, ada keputusan yang boleh diambil, ada keputusan yang harus dijabarkan, berdasarkan konstitusi partai, tapi apalah Anda sampai panggil saya ke sini," ungkapnya.

"Kok Demokrat berbenturan dengan koalisi 02? Persoalan itu memang terjadi sesuatu dan lain hal."

Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua
Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua (Capture Youtube Berita Satu)

Max kemudian menanggapi perihal saran Rachland untuk membubarkan partai koalisi yang menurutnya bukan otoritas dirinya maupun Partai Demokrat.

"Suka atau tidak suka, tapi seperti menyuruh meminta, itu bukan otoritas kita," ujarnya.

"Bisa saja (kalau masukan saran) tetapi kalau sekarang ini jadi rame, Demokrat meminta supaya koalisi dibubarkan, bukan tempatnya juga."

BACA SELENGKAPNYA>>>

Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved