Pilpres 2019

Imbauan Prabowo kepada Pendukungnya Agar Tak Ke MK Dinilai Akan Redakan Gejolak Politik

Imbauan Prabowo itu bisa meredakan gejolak politik dan terhindar dari gesekan sosial, sehingga situasi politik akan lebih kondusif

Imbauan Prabowo kepada Pendukungnya Agar Tak Ke MK Dinilai Akan Redakan Gejolak Politik
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus anggota Komisi II DPR RI Achmad Baidowi 

"Itu sudah keputusan Pak Prabowo yang sangat bijaksana, tidak ada lagi turun ke jalan. Jadi jangan lagi yang di kanan kirinya mengembangkan pemikiran yang ambigu. Jangan satu sisi ke MK, satu sisi masih ada di jalanan. Itu tidak benar," singkatnya.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengapresiasi sikap baik calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang meminta para pendukungnya tidak berbondong-bondong mendatangi MK.

Karena memang perlu membiarkan MK melakukan sidang tanpa ada tekanan.

"Kalau masih ada demo itu artinya belum ikhlas menyerahkan sepenuhnya kepada MK," ujar Wakil Ketua TKN Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin kepada Tribunnews.com, Rabu (12/6/2019).

Menurut dia, apa yang diserukan Prabowo kepada para pengikutnya adalah hal yang baik karena ikut menyejukkan suasana yang sempat memanas pasca-pilpres 2019 lalu.

Selain juga imbauan Prabowo agar pendukungnya tak berduyun-duyun ke MK untuk menghindari kembali terjadinya kerusuhan seperti 21 dan 22 Mei lalu.

"Menghindari kejadian-kejadian seperti 21 dan 22 Mei. Supaya tidak terulang lagi. Karena itu akan sangat merugikan sekali. Dan pada ujungnya yang rugi adalah bangsa ini," jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily. Diharapkan imbauan Prabowo diikuti para pendukungnya.

Karena dia berharap, jangan sampai kejadian 21 dan 22 Mei lalu terulang . Padahal saat itu juga, Prabowo sudah mengimbau kepada para pendukungnya untuk melakukan aksi damai.

"Berharap imbauan Prabowo tersebut diikuti oleh para pendukungnya. Jangan sampai kejadian 21 dan 22 Mei 2019 terulang kembali. Padahal waktu itu, Prabowo juga sudah mengimbau kepada para pendukungnya untuk melakukan aksi damai namun tetap saja terjadi bentrokan yang berujung kerusuhan," ujar juru bicara TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin ini kepada Tribunnews.com, Rabu (12/6/2019).

Halaman
1234
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved