Pilpres 2019

MK Tolak Dalil Tim Prabowo Soal Kehilangan 2,871 Suara dalam Sehari

Dalam dalil tersebut, menurut tim Prabowo, semula dalam hitung cepat kubunya mendapat 18.000 suara lalu menjadi 15.131 suara.

MK Tolak Dalil Tim Prabowo Soal Kehilangan 2,871 Suara dalam Sehari
Tribunnews/JEPRIMA
Kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto (kanan) saat mendengarkan pembacaan putusan oleh hakim MK pada sidang sengketa pilpres 2019 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019). Dalam sidang tersebut Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mampu membuktikan adanya pelanggaran pemilu melalui penyertaan video sebagai bukti. Dalil-dalil itu pun dimentahkan MK. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Mahkamah Konstitusi (MK) menolak dalil tim Prabowo atas kehilangan 2871 suara dalam satu hari.

Dalam dalil tersebut, menurut tim Prabowo, semula dalam hitung cepat kubunya mendapat 18.000 suara lalu menjadi 15.131 suara.

Sementara itu suara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin justru bertambah yang semula 14.254 menjadi 15.245 suara.

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih berujar Tim Prabowo mengajukan alat bukti berupa video rekaman. Enny juga menyampaikan pihak termohon KPU sudah membantah kecurangan itu.

"Termohon membantah dan mengatakan dalil pemohon tidak mendasar karena tidak menguraikan dimana terjadinya perubahan suara," ucap Enny.

Baca: MK Tolak Dalil Kecurangan Situng yang Diajukan Kubu Prabowo, Ini Penjelasannya

Baca: Pengacara BPN: Kami Keberatan Jika Dibilang Tidak Bisa Membuktikan Dalil

Baca: Sidang Putusan MK: Denny Indrayana Tertidur, AHY-SBY Tak Hadir, Zulkifli Tinggalkan Rumah Prabowo

"Pemohon juga tidak menjelaskan apa korelasi dari perubahan data hitung cepat dengan perolehan suara masing-masing pasangan, terutama pemohon," tambah Enny.

Enny lanjut menjabarkan hasil pemeriksaan bukti video yang dilakukan hakim mahkamah dimana video itu berasal dari facebook.

"Ternyata di rekaman itu, ada yang mengaku bernama Alamo menjelaskan informasi seorang Prof Sugianto pernah mengupload data web situng di akun facebook yang bersangkutan. Awalnya menampilkan komposisi suara 01 semula 14.254 dalam satu jam berubah jadi 15.245 suara," ungkap Enny.

Sementara pasangan 02, awalnya 18.002 berkurang menjadi 15.131 suara atau kehilangan 2.871 suara. Mahkamah konstitusi menilai situng KPU bukan basis rekapitulasi suara dalam pemilu.

"Dengan demikian, dalil pemohon a quo tidak beralasan menurut hukum. Terhadap fakta hukum, bukti video hanyalah narasi yang menceritakan adanya akun facebook yang bertambah dan hilangnya suara paslon. Narasi sama sekali tidak menjelaskan apapun terkait hasil akhir rekapitulasi perolehan masing-masing pasangan," singkatnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved