Gerindra Tak Masalah Diminta Tetap Menjadi Oposisi

Ahmad Muzani mengatakan partainya belum menentukan sikap apakah akan tetap berada di oposisi atau masuk ke dalam koalisi pemerintah.

Gerindra Tak Masalah Diminta Tetap Menjadi Oposisi
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Sekjen Gerindra Dan Wakil Ketua BPN, Ahmad Muzani di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dijadwalkan, Jumat, (24/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partainya belum menentukan sikap apakah akan tetap berada di oposisi atau masuk ke dalam koalisi pemerintah.

Prabowo belum memutuskan, meski berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai, memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan soal kerjasama koalisi.

"Enggak. belum (putuskan). pak Prabowo secara konstitusi anggaran dasar, anggaran rumah tangga memiliki kewenangan sepenuhnya untuk mengambil kebijakan baik ke dalam ataupun ke luar. Di dalam menata partai secara internal, keluar artinya untuk berhubungan dan berkerjasama dengan siapapun," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (9/7/2019).

Sesuai dengan tradisi partai dalam memutuskan kebijakan yang sangat strategis, Prabowo akan meminta padangan para anggota Dewan Pembina Gerindra.

Baca: Digosipkan akan Gugat Cerai Suami, Dewi Perssik Ungkap Penilaian Ibu Mertua tentang Sikapnya

Baca: Gerindra: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Cuma Masalah Waktu

Namun, hingga saat ini belum ada undangan terhadap jajaran Dewan Pembina Gerindra membahas hal tersebut.

"Biasanya selalu mengundang dewan pembina untuk mengadakan rapat. mendengar pandangan, mendengar pikiran, mendengar berbagai macam hal yang terjadi, dari situ kemudian beliau ambil keputusan. Tapi sampai sekarang pak Prabowo belum mengundang dewan pembina untuk mengambil, untuk mendengarkan pandangan-pandangan mereka," katanya.

Terkait keinginan kader dan pengurus sendiri menurut Muzani, sangat bervariatif. Ada yang menginginkan Gerindra tetap di jalur oposisi, dan ada juga yang ingin masuk koalisi.

Prabowo menurutnya pasti akan menimbang dengan cermat keinginan kader dan pengurus tersebut untuk kepentingan masyarakat dan bangsa.

"Semua pandangan yang sekarang disuarakan oleh kader termasuk para pendukung pak Prabowo, relawan pak Prabowo, para ulama para habaib semuanya kita mendengar, kita memperhatikan dan kita mencermati dengan seksama saya kira beliau pun melakukan hal yang sama terhadap persoalan," katanya.

Terkait dengan keinginan sejumlah partai pendukung Jokowi-Ma'ruf, bahwa Gerindra sebaiknya tetap di jalur oposisi,menurut Muzani bukanlan masalah. Gerindra menurutnya sudah terbiasa menjadi oposisi pemerintah.

"Bagi Gerindra masuk koalisi itu sesuatu yang baru, menjadi oposisi yang sudah kita alami selama 10 tahun sehingga bukan bagi kita bukan itu persoalan. Jadi bagi saya tidak ada problem. Gerindra adalah satu-satunya partai politik yang sejak ada di Senayan sampai sekarang belum pernah masuk dalam kekuasaan. terima kasih," pungkasnya.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved