Pilpres 2019

Pengamat Politik: Tak Tepat Jika Habib Rizieq Disebut Mengalami Pendzaliman

Pengamat Politik Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan bahwa sudah tidak tepat jika Habib Rizieq Shihab disebutkan mengalami pendzaliman.

Pengamat Politik: Tak Tepat Jika Habib Rizieq Disebut Mengalami Pendzaliman
KOMPAS IMAGES
Pengamat Politik Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan bahwa sudah tidak tepat jika Habib Rizieq Shihab disebutkan mengalami pendzaliman. 

"Kalau pernyataan itu diberikan ketika SP3 belum turun mungkin bisa dilayangkan demikian. Tapi kalau sudah dikasih SP3 ya jangan dibilang pendzaliman lagi," paparnya.

Qodari lantas menuturkan dalam pengamatannya, Habib Rizieq menjadi bagian dari kegiatan politik.

Baca: Kepulangan Habib Rizieq Shihab Sebagai Syarat Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi, Moeldoko Heran

Baca: Bicara Tentang Politik, Ryamizard Ryacudu Ungkap Hubungannya dengan SBY, Prabowo, dan Habib Rizieq

"Jadi memang pada dasarnya saya melihat persoalan Pak Habib Rizieq ini bagian dari kegiatan politik," ungkap Qodari.

"Pertama di satu sisi politik memberikan tekanan politik kepada Pak Jokowi, mungkin bagian dari tekanan yang lain lah begitu, mungkin paketnya ada tiga lalu kemudian dimasukkan satu agar dua lolos, kira-kira begitu," ujarnya menambahkan.

"Tapi paling tidak ini minimal bagian dari kegiatan untuk merawat dukungan politik kepada kepada kelompok-kelompok yang dirasakan pada tahun 2014 lalu memang berada di belakang Pak Prabowo."

"Nah yang ironisnya tentu saja kalau memang kelompok-kelompok yang memberikan dukungan kepada Pak Prabowo itu adalah kelompok-kelompok yang pemikirannya atau ideologinya bertentangan dengan NKRI dan Pancasila. Misalnya NKRI bersyariah, atau Pancasila piagam Jakarta, kan itu setback. Ini siapapun yang berkontestasi, partai manapun Pancasila, NKRI titik, enggak ada embel-embel yang lain lagi begitu," jelas Qodari.

Baca: Gerindra Ungkit Pemulangan Habib Rizieq, Moeldoko: Kan Pergi Sendiri? Kok Minta Dipulangin?

Baca: Respons Politikus PDIP Sikapi Syarat Gerindra Minta Pemulangan Habib Rizieq untuk Rekonsiliasi

Menurutnya, jika memang ada kelompok tersebut, Qodari meminta Gerindra dan Prabowo untuk memberikan ketegasan.

"Nah kalau memang ini sudah, polanya Pak Parbowo dan Gerindra untuk mengambil garis yang tegas. 'Bahwa saya sebagai patriot', kan itu sebagai bahasa yang sering keluar dari Pak Prabowo, Geindra Partai Nasionalis, ya NKRI ya kemudian Pancasila yang pakai embel-embel lain, apalagi menolak NKRI dan Pancasila tolong ditolak, jangan justru dijemput untuk pulang," pungkas Qodari.

Pengamat Politik Indo Barometer Muhammad Qodari menuturkan pandangannya terhadap polemik kasus Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.
Pengamat Politik Indo Barometer Muhammad Qodari menuturkan pandangannya terhadap polemik kasus Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. (Capture Metro TV)

Menanggapi pernyataan terkahir Qodari, Wakil Ketua Bidan Advokasi Gerindra, Hendarsam Marantoko menampik dan mengatakan hal itu bisa menjadi tuduhan serius.

"Kalau sampai itu benar, asumsi seperti itu benar, itu tuduhan yang serius kepada Habib Rizieq, sudah jelas Habib Rizieq itu NKRI," ujar Hendarsam.

Baca: Soal Kepulangan Habib Rizieq ke Tanah Air, Menhan Ryamizard Mengaku Berteman, Tapi Bilang Begini

Baca: Gerindra Ajukan Pemulangan Habib Rizieq Sebagai Syarat Rekonsolisasi, Begini Respon TKN

Halaman
123
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved