Insentif PPN DTP Properti Diperpanjang, Minat Rumah Tapak Diyakini Meningkat

Properti sektor residensial diperkirakan lebih cepat pulih karena demand yang besar khususnya konsumen dari kalangan milenial dan keluarga muda

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aktivitas pengunjung pameran properti di Balai Kartini, Jakarta, Kamis 917/9/2015). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah resmi memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga Juni 2022 untuk mendorong pertumbuhan kinerja sektor properti dan mendukung pemulihan perekonomian nasional (PEN). 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan program PEN meliputi berbagai bidang antara lain inisiatif PPN DTP dengan besaran 50 persen untuk hunian senilai maksimal 2 miliar dan 25 persen untuk hunian seharga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar yang juga melingkupi rumah inden.

"Seiring dengan keputusan ini, sentimen positif untuk sektor properti sudah terlihat sejak akhir tahun 2021 dan diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2022," terang Menko Perekonomian di Jakarta, Sabtu (22/1/2022).

Sektor residensial diperkirakan lebih cepat pulih karena demand yang besar khususnya konsumen dari kalangan milenial dan keluarga muda sebagai end user yang membutuhkan rumah pertama. 

Baca juga: Permintaan Hunian Residensial Naik, Pengamat: Tren Pemulihan Pasar Properti Sedang Berlangsung

Menurutnya, rumah tapak tetap menjadi bintang di sektor properti dengan alasan bahwa produk ini dapat menjadi tools of investment yang nilai jualnya akan menanjak di kemudian hari. 

Selain itu, dari segi sertifikat kepemilikan juga lebih menarik karena merupakan hak milik pribadi bukan hak milik bersama (strata title).

Baca juga: Asuransi Properti Diprediksi Tumbuh di 2022

 
PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) jeli menyikapi hal ini dengan menyediakan produk inovatif Cendana Homes Series, yang selalu terjual habis dalam waktu 3-4 jam pada setiap peluncurannya. 

CEO LPKR John Riady menuturkan insentif PPN DTP properti efektif meningkatkan minat konsumen terhadap produk rumah tapak sekaligus tools of investment yang memberikan profit.

"Pada Q1/2022 kami telah siap dengan Cendana Homes Series yang ke-9 yaitu proyek Cendana Cove Verdant. Kami baru membuka penjualan Priority Pass (PP) pada pertengahan bulan Januari 2022 dan hanya dalam waktu 1 minggu telah terjual lebih dari 190 PP," terang John.

LPKR mendukung pemulihan dan kebangkitan perekonomian di tahun 2022 dengan menjadi solusi bagi kebutuhan perumahan masyarakat.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved