John Riady: Backlog Perumahan di Indonesia Masih Tinggi

Backlog perumahan kita masih tinggi, sebab untuk ukuran Jakarta saja kepemilikan rumah hanya berkisar 50 persen

Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
zoom-inlihat foto John Riady: Backlog Perumahan di Indonesia Masih Tinggi
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Kegiatan sebuah pameran perumahan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (2/2/2013). TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CEO Lippo Karawaci Tbk John Riady menilai momentum perayaan separuh abad organisasi Realestat Indonesia (REI) selayaknya bisa memacu para pelaku usaha maupun pemerintah mencari cara dan strategi yang lebih kreatif mengikis backlog di setiap segmen pendapatan masyarakat.

“Faktanya, backlog perumahan kita masih tinggi. Sebab untuk ukuran Jakarta saja, kepemilikan rumah hanya berkisar 50 persen,” kata John.  

Karena itu, lanjutnya, terbuka kesempatan sangat luas bagi seluruh pihak untuk mendongkrak peranan industri properti sebagai jembatan menuju kesejahteraan masyarakat secara luas. “Yang pasti pelaku usaha selalu buat terobosan mengikis angka backlog tersebut.”

Pada 11 Februari tahun ini, REI menapak usia ke-50. Peringatan usia setengah abad menjadi momentum para pelaku usaha sektor properti maupun seluruh pihak untuk menuntaskan problem properti di Indonesia, khususnya kendala backlog yang belum tuntas.

Baca juga: PUPR: Backlog Rumah 12,75 Juta, Belum Termasuk Pertumbuhan Keluarga Baru

Kondisi backlog atau kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan unit rumah, sebagaimana dicatat Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 12,75 juta unit.

Angka itu tentu belum termasuk pertumbuhan keluarga baru yang diperkirakan sekitar 700.000 hingga 800.000 keluarga setiap tahunnya. Padahal sebelumnya, pemerintah sering menyampaikan bahwa angka backlog rumah mencapai 11,4 juta unit.

Baca juga: REI: Kuota Rumah Subsidi Baru Terpenuhi 1 Juta Unit dari 11 Juta Backlog

Kondisi tersebut menurut John Riady dapat dilihat bahwa peran sektor properti selain membantu kepemilikan rumah layak kepada masyarakat, juga sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Bahkan sektor properti mampu menyumbang 13 persen PDB (Produk Domestik Bruto) baik dari mulai penjualan, tanah, konstruksi dan lainnya.

Baca juga: Angka Backlog Rumah Diproyeksi Bisa Turun Menjadi 4 juta-4,5 Juta pada Akhir 2030

Hal senada diungkapkan Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida optimistis bahwa sektor properti adalah salah satu pendorong terkuat perekonomian nasional. Pasalnya, sektor ini memiliki efek domino kepada sedikitnya 174 industri terkait.

Persoalannya, hingga kini kemampuan industri properti dan upaya pemerintah menyelesaikan problem backlog belum mencapai hasil memuaskan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved