Harga Residensial di Jakarta Cenderung Naik, Terkerek 1,4 Persen di Kuartal IV 2021

Global Residential Cities Index menyatakan Jakarta memiliki pertumbuhan harga residensial positif di 1,4 persen pada kuartal IV 2021. 

Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga berjalan di jembatan penyeberangan orang dengan latar suasana deretan apartemen di Jakarta, Rabu (20/10/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Knight Frank Global baru saja merilis Global Residential Cities Index untuk periode kuartal IV 2021 yang mencatat pertumbuhan harga residensial di berbagai perkotaan dunia. 

Khusus Kota Jakarta, Global Residential Cities Index menyatakan Jakarta memiliki pertumbuhan harga residensial positif di 1,4 persen pada kuartal IV 2021. 

Hal ini sejalan dengan indeks dari Bank Indonesia di mana pada data akhir 2021 yang menyatakan indeks pertumbuhan perumahan.

"Bank Indonesia juga menyatakan bahwa, indeks harga residential Jakarta di kuartal I 2022 mengalami kontraksi, atau berada di angka 1,04 persen. Kondisi ini juga tercermin dari performa pertumbuhan harga residential di Indonesia," ujar Head of International Residential Research Knight Frank Kate Everett Allen dalam keterangannya, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Insentif PPN Sektor Properti Diperpanjang Bisa Dongkrak Penjualan

Sementara, Kota Kuala Lumpur direkam mengalami penurunan tertinggi sebesar minus 5,7 persen, di mana setidaknya terdapat 10 kota tercatat mengalami penurunan harga residensial selama 2021.

Baca juga: Akses Transportasi Mudah, Properti Kawasan Barat Jakarta Diminati 

Global Residential Cities Index menyebutkan, rerata pertumbuhan harga tahunan di sejumlah 150 kota di dunia pada kuartal IV 2021 melonjak sebesar 11 persen. 

"Angka tersebut menjadi tertinggi semenjak kuartal IV 2004, atau tertinggi selama 18 tahun kebelakang," ujarnya.

Amerika memiliki rerata pertumbuhan harga tertinggi di 15 persen, diikuti Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) yang tercatat memiliki rerata pertumbuhan hingga 11 persen.

Baca juga: CHL Inves Rp 200 Miliar Kembangkan Hunian Tapak di Bintaro

"Sementara itu, kawasan Asia Pasifik tercatat memiliki angka pertumbuhan di kisaran 9 persen," katanya. 

Kate menjelaskan, situasi lockdown berlarut menyebabkan warga Amerika Serikat berhasil menabung secara signifikan, diikuti juga dengan adanya peningkatan nilai ekuitas dari aset rumah yang mereka miliki. 

Kekayaan lebih tersebut akhirnya digunakan untuk merenovasi rumah yang ditinggali ataupun untuk membeli properti kembali.

Global Residential Cities Index periode kuartal IV 2021 juga mendapati temuan Kota Istanbul memiliki angka pertumbuhan harga residential tertinggi di dunia sebesar 63,2 persen selama satu tahun terakhir. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved