Mudik Lebaran 2022

Kakorlantas Legawa Warga Marah Karena One Way: Itu Resiko Jabatan Saya

Menurut Firman, kebijakan rekayasa lalu lintas ini harus dilakukan untuk meminimalisir kemacetan.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Erik S
Foto Humas PT Jasa Marga
Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) sebagai titik awal pemberlakukan sistem one way hingga ke Tol Bawen KM 442. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi mengaku legawa jadi sasaran amarah warga karena kebijakan rekayasa lalu lintas one way saat arus mudik lebaran 2022. 

Firman menyatakan dirinya memang menjadi sasaran amarah warga karena one way pada arus mudik lebaran. Pasalnya, pengendara yang menuju arah Jakarta tidak bisa lewat dan menimbulkan kemacetan.

"Kita memilih mana yang paling sedikit merugikan aktivitas masyarakat. Artinya kemarin evaluasi ketika kita one way menuju arah timur masyarakat dari arah Cipularang yang menjadi masalah," kata Firman kepada wartawan di Tol Kalikangkung pada Kamis (5/5/2022).

Namun demikian, kata Firman, dirinya meminta petugas di lapangan tidak berkecil hati. Menurut Firman, kebijakan rekayasa lalu lintas ini harus dilakukan untuk meminimalisir kemacetan.

Baca juga: Arus Balik Sumatera ke Jawa Meningkat, Ribuan Kendaraan Melintas di Gerbang Tol Bakauheni Selatan

"Nggak usah kecil hati, nggak apa-apa kita dimarahin jauh lebih baik dimarahin macet sekian jam daripada 24 jam 36 jam 72 jam kita macet gara-gara kita lepas dan itu resiko jabatan saya. Rekan-rekan berbesar hati saja," jelas dia.

Lebih lanjut, Firman memberikan semangat kepada jajarannya yang masih terus mengawal arus mudik lebaran 2022. 

"Kita melayani kembali sampai masyarakat kembali ke tempat asalnya tapi kita catat kemarin kita relaksasi memberikan bukaan satu lajur untuk contraflow ke arah Jakarta dan itu bisa diselesaikan. Alhamdulillah semuanya lancar," pungkasnya.

--

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved