Kawasan Gading Serpong Kian Berkembang, Properti Komersial Kian Dicari
Permintaan terhadap ruang usaha terus tumbuh seiring membaiknya situasi pandemi Covid-19,
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permintaan terhadap ruang usaha terus tumbuh seiring membaiknya situasi pandemi Covid-19. Hal ini mendorong minat investor dan pelaku usaha untuk melakukan ekspansi dan membuka cabang-cabang usaha baru di lokasi yang strategis.
"Saat ini semakin banyak orang yang ingin memiliki usaha sampingan, memulai bisnis, atau beralih profesi. Mereka memerlukan tempat usaha yang baik, salah satunya adalah menyewa/membeli ruko sebagai tempat usaha," kata M. Nawawi, Direktur Paramount Land dalam keterangan tertulis, Minggu (5/6/2022).
Pihaknya memanfaatkan momentum positif ini dengan memperkenalkan business loft premium pertama di Gading Serpong yaitu Maggiore Business Loft dan Maggiore Junction dan keduanya berada di kawasan yang sangat strategis, traffic yang tinggi, dan profitable.
Nawawi menyatakan, minat konsumen membeli properti komersial di kawasan Gading Serpong cukup tinggi, bahkan produk komersial cepat habis.
Baca juga: Bisnis Properti di Jakarta Tetap Cuan Meski Ada Rencana Pemindahan Ibu Kota
"Sebenarnya ini tak mengherankan sebab berdasarkan riset yang menyatakan bahwa Kota Gading Serpong membutuhkan banyak sarana komersial dengan berbagai jenis, skala, peruntukan, maupun kegiatan," katanya.
Perkembangan populasi dan teknologi membuat berbagai kebutuhan di kota sebesar Gading Serpong juga terus berkembang.
Baca juga: Analis: Saham Properti dan Teknologi Akan Tertekan Kenaikan Suku Bunga
"Teknologi transportasi, teknologi komunikasi, maupun teknologi produksi yang berkembang itu sangat berpengaruh terhadap kebutuhan ruang usaha atau bisnis," katanya.
Aldi Garibaldi, Senior Associate Director Capital Market & Investment Services Colliers International mengatakan, ada dua keuntungan utama berinvestasi di sektor properti komersial yaitu, capital gain dan nilai sewa yang terjadi akibat progres penjualan maupun pembangunan.
Baca juga: Fasilitas Publik Lengkap Bikin Minat Beli Apartemen di Jakarta Selatan Naik
Para pelaku usaha di Tangerang umumnya bergerak di bidang fintech, jasa, perdagangan, dan perkantoran sehingga tentunya membutuhkan lokasi usaha yang strategis.
"Kami melihat kekuatan lokasi dan infrastruktur di Kota Gading Serpong yang berbatasan langsung dengan BSD City memiliki potensi besar dan menjadi pendorong utama tingginya penjualan properti, baik residensial maupun komersial,” katanya.
Nawawi menambahkan, Maggiore Business Loft merupakan ruang usaha kelas premium berupa gedung 4-5 lantai yang dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 21 miliaran termasuk PPN denga ukuran layout 10x18 m, 10x20 m, dan 12x18 m.
Pihaknya juga merilis Ruko Maggiore Junction, ruang usaha dengan konsep ruko berkelas premium, dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 2,8 miliaran termasuk PPN sebanyak 138 unit.
Ruko ini dibangun 2 dan 3 lantai berukuran 4,5x12m, 4,5x14 m, 4,5x15 m, 4,5x17 m, 5x11 m, 5x12 m, 5,5x11 m, 5,5x12 m, 6,5x11 m, 6,5x12 m, 6,5x15 m, dan 6,5x17 m.
Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land mengatakan, kawasan komersial Maggiore berada di perbatasan Gading Serpong dan BSD City yang dikelilingi 40 klaster hunian dan tenant komersial.
Kawasan ini juga dilintasi 6.500 kendaraan setiap jamnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/master-plan-maggiore-junction-di-gading-serpong.jpg)