Iwan Fals Tour Religi Jelang Ramadhan
Menghadapi bulan suci Ramadhan, musisi Iwan Fals melakukan tour religi dengan mengunjungi beberapa pondok pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Seperti yang dilakukannya selama dua hari kemarin di Pondok Pesantren Sirnamiskin, Kopo Bandung, yang puncaknya selalu dimeriahkan oleh pergelaran musik perpaduan antara Iwan Fals dan grup musik gamelan Ki Ageng Ganjur.
Sebelumnya, rombongan yang dipimpin Al Zastrow Al Ngatawi sebagai penggagas acara sudah berkunjung ke 7 pesantren di 7 kota Jawa Tengah.
Sedangkan di Jawa Barat hanya melakukan kunjungan ke 3 pesantren di 3 kota, yakni Cirebon di Pesantren Pondok Jambu, Pesantren Sirnamiskin (Bandung), dan Pesantren Cipasung (Tasikmalaya).
Di setiap pesantren, kata Zastrow, rombongannya bersama Iwan melakukan silaturahmi dengan para kiai dan sesepuh pondok pesantren, bahkan di Jateng sempat melakukan ziarah makam.
Selain itu juga melakukan bakti sosial, penanaman 1.000 pohon di tiap pondok pesantren dan menggelar pergelaran musik religi dan lagu-lagu Iwan Fals yang didukung Djarum Coklat.
Perjalanan religi ini, menurut Zastrow, untuk memberi pencerahan kebudayaan dalam lingkup agama. Karena iven ini bertujuan untuk menunjukkan budaya dan pendidikan di pondok pesantren sangat tinggi, lagu-lagu Iwan Fals pun banyak yang diterangkan dalam agama Islam, serta ingin menunjukkan bahwa pesantren bukan sarang teroris.
"Jadi, kami ingin memadukan syair-syair lagu Mas Iwan dengan religi," kata Zastrow di Pontren Sirnamiskin, Kopo, Kamis (5/8/2010) malam.
Iwan Fals yang berada di Pesantren Sirnamiskin sejak Rabu (4/8/2010) siang langsung melakukan silaturahmi dengan para tokoh dan sesepuh pondok pesantren, termasuk warga sekitar. Lalu dilanjutkan dengan penanaman pohon.
Selama di pesantren, Iwan juga banyak melakukan ritual-ritual keagamaan, dan Kamis siangnya sempat melakukan dialog budaya bersama para santri dan kiai serta berkesenian bersama santri.
Dan Kamis malamnya, Iwan membawakan alunan nada musik “protes” ala bang Iwan di barengi oleh tingkah gamelan, suling, dan gendang. Sungguh kolaborasi yang memukau dan menjadikan musik Iwan Fals tampak lebih bertenaga hingga mampu menggetarkan hati pendengarnya.
Hampir selama dua setengah jam, Iwan dan Ki Ageng Ganjur membius ribuan warga Bandung yang kebanyakan kalangan santri komunitas Oi Bandung.
Dengan pakaian kaus putih berjaket kain biru kusam dan celana abu-abu, serta dipadu sal hitam, Iwan yang berselendangkan gitar langsung beraksi setelah Ki Ageng Ganjur membawakan lagu-lagu religi.
Lagu yang dibawakan Iwan, "Siang di Seberang Istana" sebagai lagu pembuka. Kemudian "Umar Bakri", "Siram Tanam Siram", "Nak", "Bento", dan "Ibu". Saat menyanyikan "Tanam Siram Tanam", Iwan pun membuka jaketnya.
Setiap kali usai menyanyi, lagu yang dinyanyikan dibahas dengan dialog yang komunikatif dengan penonton dipimpin penggagas acara Al Zastrow Al Ngatawi. Iwan pun minta agar santri dan Oi Bandung untuk suka menanam pohon.
Kali ini, penonton tidak hanya bernyanyi bersama sang maestro, namun juga diajak mengaji dan berzikir. Kekuataan syair lagu-lagu Iwan, terasa semakin dalam ketika berkolaborasi dengan interpretasi dan balutan tafsir ayat Al Quran dan Hadits yang disampaikan sosiolog Zastrouw Al Ngatawi bersama Gamelan Kiai Ageng Ganjur.
"Kalau nggak punya halaman, di pot saja," tutur Iwan di panggung singkat.
Di sela aksi Iwan, Ki Ageng Ganjur dengan sang vokal Al Zastrow Al Ngatawi membawakan lagu "Istigfar". Sungguh suasana pun menjadi terasa sejuk di tengah padatnya ribuan penonton. (Ddh)