Habibie: Berat Menjalani Ramadhan Tanpa Kehadiran Istri
Menjalani tahun pertama Ramadhan tanpa kehadiran istri tercinta yang sudah 48 tahun menemani, rupanya membuat mantan Presiden ke 3 RI
Beruntung,
kehadiran cucu-cucu mantan Presiden yang dikenal sebagai anak emas
Penguasa Orde Baru tersebut mau menemani sahur dan keseharian Habibie di
bulan suci ini.
"Berat ya," ujar Habibie sambil menghela nafas dalam saat ditanya
wartawan mengenai perasaannya menjalani ibadah puasa tanpa kehadiran
sang istri, usai mengunjungi pusara Hasri Ainun Habibie di komplek
pemakaman Blok M, TMP Kalibata, Selasa (17/8/2010) sore.
"Tapi sebagai orang Indonesia, saya selalu optimis. Saya masih beruntung
bahwa cucu saya bisa menemani. Kemarin saya sahur dengan cucu saya.
Cucu saya si Pasha, usianya 15 tahun. SMA kelas satu, Dia yang menemani
saya. Bergantian dia menemani saya dengan cucu saya yang lain, Farhan.
Mereka itu bergantian menemani eyangnya," ujar Habibie dengan mata
berkaca-kaca.
Bagi Habibie, momentum Ramadhan seperti saat ini mengingatkannya akan
segala hal tentang istrinya. Mulai dari sholat berjamaah setelah sahur,
lantunan ayat suci Al Quran yang dibaca sang istri saat menemaninya
mengerjakan kegiatan sehari-hari di rumah, hingga romantisme saat
berbuka puasa dengan sang istri yang puluhan tahun lamanya tidak pernah
berkata sesuatu yang menyinggung perasaannya.
"Semua dek, semua hal berkesan bagi saya. Sahur, sholat di rumah, sholat
subuh sesudah sahur. Mau buka puasa, semua amat berkesan bagi saya,"
ujar Habibie.
"Saat saya kerja, ibu selalu menunggu. Sambil menantikan
saya selesai, dia baca Alquran. Dan sekurang-kurangnya satu juz atau
satu setengah juz dalam sehari," kenang Habibie.
Habibie juga merasa, kehidupan sehari-harinya selama 48 tahun lamanya
dengan sang istri merupakan episode terbaik dalam hidupnya. Kehidupan
harmonis yang dijalaninya dengan sang istri membekas dalam hingga saat
perpisahan itu tiba, sempat membuat sedikit goncangan dalam hidupnya.
"Tidak pernah saya itu pergi ke satu tempat tanpa ibu tidak tahu, atau
ibu tidak hadir menemani sendiri. Tidak pernah. Begitu juga ibu. Nah
tiba-tiba dengan dua bulan ibu sakit, lalu ibu berpindah ke dimensi
lain. Dari dimensi dunia ke dimensi lain yang saya tidak mengetahui
dimensi dunia yang mana," ujar Habibie.