Rabu, 27 Mei 2026

Lebih Taat Beribadah Saat Bekerja di Luar Negeri

Mayoritas umat muslim yang bekerja di luar negeri menjadi semakin taat dalam menjalankan tradisi budaya dan agama mereka selama Bulan Suci Ramadan.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mayoritas umat muslim yang tinggal dan bekerja di luar negeri menjadi semakin taat dalam menjalankan tradisi budaya dan agama mereka selama Bulan Suci Ramadan dibandingkan saat berada di negara asal mereka.

Hasil studi ini didasarkan atas sebuah survei terhadap hampir 550 emigran Muslim asal berbagai negara di Timur Tengah dan Afrika Utara seperti. Mesir, Yordania, Lebanon, Maroko dan Tunisia serta negara-negara Asia Selatan seperti Bangladesh, India, Indonesia, Nepal, Pakistan dan Sri Lanka.

Mereka  tinggal di Bahrain, Qatar, Kuwait, Oman, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di Timur Tengah; Malaysia dan Singapura di Asia; Inggris, Jerman dan Perancis di Eropa; dan Amerika Serikat.

Secara khusus, umat Muslim yang tinggal dan bekerja di luar negeri mengatakan perilaku mereka selama bulan Ramadan berubah setelah tiba di negara baru tersebut. Setengah responden (50 persen) mengatakan mereka semakin taat berpuasa, dan dua dari lima responden (41 persen) mengatakan mereka lebih banyak berbagi dan memberi.

Studi Western Union yang berjudul "Traditions of Ramadan by global citizens of Muslim faith" itu dilakukan pada bulan Juli oleh The Nielsen Company. Responden meliputi umat Muslim dari 11 kebangsaan yang tinggal di 12 negara di Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Serikat dan Eropa Barat.

Secara keseluruhan, puasa (96 persen), berbagi dan memberi (94 persen) adalah jenis ibadah yang paling banyak dijalankan dibandingkan berbagai tradisi lainnya selama bulan Ramadan.

Dua dari lima responden mengatakan bahwa rasa cinta dari keluarga dan teman, serta dedikasi dalam bekerja adalah faktor utama yang mendorong mereka untuk lebih taat berpuasa, sembahyang, berbagi dan memberi.

"Hidup di negara lain seringkali membawa pengaruh budaya yang berbeda, seiring dengan munculnya tuntutan dari pekerjaan yang baru ataupun yang sifatnya pribadi. Warga Muslim global menjunjung tinggi berbagai tradisi Islam dan bahkan semakin taat beribadah selama Bulan Suci Ramadan," ungkap Drina Yue, Managing Director dan Senior Vice President, Western Union, Asia Pacific dalam rilisnya kepada Tribunnews, Selasa (7/8/2012).

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved