Breaking News:

Menteri Agama: Hormati yang Tak Puasa, Warung Makan Boleh Buka Siang Hari Selama Ramadan

Warung makan sekelas warteg hingga restoran, kerap menjadi sasaran aksi anarkistis segelintir organisasi massa selama bulan Ramadhan.

Twitter
Twitter Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin yang membolehkan warung makan buka siang hari selama Ramadan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Reza Gunadha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warung makan sekelas warteg hingga restoran, kerap menjadi sasaran aksi anarkistis segelintir organisasi massa selama bulan Ramadan.

Tempat-tempat makan tersebut seakan berubah makna sebagai sarang maksiat pada bulan suci umat Islam tersebut.

Sebabnya, warteg maupun restoran--terutama yang tetap buka pada siang hari--dianggap tak menghormati sekaligus mengganggu orang yang khusyuk berpuasa.

Selain sebagai sasaran aksi perusakan, pramusaji warteg dan restoran juga mungkin harus siap-siap nganggur sebulan karena tempat kerjanya sering didesak untuk sementara tutup selama Ramadan.

Namun, potret buram "dunia per-warteg-an dan restoran" itu tampaknya tak bakal lagi terjadi tahun ini.

Kemungkinan tersebut terbuka setelah Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, memiliki penilaian sendiri mengenai persoalan ini.

Menurut Lukman, pemilik tempat-tempat makan memiliki hak untuk tetap buka pada siang hari selama Ramadan.

Selain itu, ia juga menilai tak hanya orang berpuasa yang harus diperhatikan dan dihormati. Orang yang tak berkewajiban atau lagi tidak berpuasa pun harus tetap dihormati.

"Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati juga hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa," tulis Lukman di laman Twitter pribadinya, @lukmansaifuddin, Jumat (5/6/2015) pekan lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved