Ramadan 2016

Puasa Menyembuhkan Penyakit Metabolik

Menjalani puasa selama Ramadan ternyata menyehatkan. Itulah mengapa umat Muslim sangat merugi jika tak menjalankan puasa.

Puasa Menyembuhkan Penyakit Metabolik
Tribun Jabar/Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr Miftah Rahman SpPD. TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Menjalani puasa selama Ramadan ternyata menyehatkan. Itulah mengapa umat Muslim sangat merugi jika tak menjalankan puasa.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, dr Miftah Rahman SpPD, mengatakan menjalankan puasa melatih jiwa dan memperbaiki jasmani terutama menyembuhkan penyakit metabolik atau penyakit tidak menular yang menggangu kualitas hidup.

Penyakit metabolik seperti diabetes melitus (DM), kolesterol, dan asam urat, itu meningkat di Indonesia setiap tahunnya.

"Berdasarkan kajian, puasa ini ajaib dan memang luar biasa dari sisi spiritual. Tapi dari sisi kesehatan dan jasmani juga didapat dalam bulan suci Ramadan ini," ujar Miftah di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa (14/6/2016).

Lewat puasa mengubah pola hidup orang lebih teratur dan terarah. Di luar puasa orang dapat makan seadanya dan seenaknya, maka di bulan Ramadan pola makan teratur.

Sebab setiap orang yang menjalankan puasa dituntun secara teratur dalam hal jadwal, jumlah, dan pola makan.

"Makan dua kali, kita sudah cukup energi. Siapa bilang puasa itu membuat lemas. Lemas itu tergantung mindset kita. Selama berpuasa kita justru produktif dan prestasi yang bisa kita capai," ujar Miftah.

Berpuasa Ramadan satu bulan juga membantu mengurangi kelebihan metabolisme tubuh setelah 11 bulan menimbun kelebihan beban dalam bentuk bentuk kolesterol, asam urat, gula darah. Hal itu disebabkan adanya perubahan fungsi sel dan gen dan hormon ketika menjalankan puasa.

"Kita ketahui pada puasa turun kadar insulin dan kadar glukagon. Di mana proses ini menyebabkan pembakaran lemak yang berlebih," imbuh dia.

Kemudian puasa secara teoritis, mampu merangsang pelepasan growth hormon atau hormon pertumbuhan. Berdasarkan penelitian, hormon ini mempercepat pertumbuhan dan akan meregenarasi sel.

Sel-sel yang diperbaiki akan membuat tubuh menjadi segar, memperpanjang umur, lebih kuat terhadap infeksi dan daya tahan tubuh pun akan meningkat.

"Ada hormon noradrenalin yang meningkat juga pada puasa. Hormon intinya akan menstabilkan metabolsime tubuh dan memecah metabolisme terutama sel lemak. Dengan menurunnya sel lemak tubuh sehingga berat badan turun dan ideal. Dengan berat badan ideal resiko penyakit metabolik pun menurun," kata Miftah.

Punya pertanyaan seputar Islam dan Ramadhan? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Islami oleh Ust. Zul Ashfi, S.S.I, Lc

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved