Ramadan 2018

Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih di Bulan Ramadan Berbeda-beda? Berapa Jumlah yang Benar?

Mengapa jumlah rakaat salat Tarawih di bulan Ramadan berbeda-beda? Berapa jumlah rakaat yang benar? Simak penjelasan dan alasan berikut!

Tribun-Video.com
Mengapa jumlah rakaat shalat Tarawih di bulan Ramadan berbeda-beda? Berapa jumlah rakaat yang benar? Simak penjelasan dan alasan berikut! 

Hadits ini dijadikan dasar bagi yang berpendapat bahwa shalat tarawih adalah 11 rakaat (termasuk witir).

Kalaupun bisa disepakati bahwa shalat tarawih adalah termasuk shalat malam yang dimaksud oleh hadits diatas, maka sebenarnya tidaklah dilarang untuk shalat malam lebih dari 11 rakaat.

Qadhi ‘Iyad menyatakan bahwa tidak ada perbedaan (ulama) bahwasanya shalat malam itu tidak ada batasan raka’atnya sehingga tidak boleh lebih atau kurang dari batasan tersebut.

Perbedaan yang terjadi hanyalah pada perbuatan Nabi, dan apa yang dipilih Nabi untuk dirinya.

Jadi, sebenarnya dari penjelasan ini saja bagi yang menyatakan shalat malam dengan tarawih itu sama maupun yang mengatakan berbeda–seharusnya sudah tidak perlu dipersoalkan, dan tidak ada bid’ah dalam jumlah rakaat ini, perbedaan yang ada hanya terbatas mana yang dianggap lebih afdhal, lebih baik atau lebih disukai (mustahab).

Baca: Bacaan Lengkap Doa Buka Puasa Ramadan 2019/1440 H, Marhaban Ya Ramadhan!

Baca: Niat, Doa dan Tata Cara Mandi Junub agar Puasa Ramadhan 2019/1440 H Sah, Pasutri Wajib Tahu!

3. Perbedaan riwayat shalat Tarawih

Terdapat perbedaan riwayat yang menyatakan shalat tarawih secara jelas, yang dilakukan pada masa Umar bin Khattab (keduanya diriwayatkan Imam Malik ra).

Dari Saib bin Yazid ia berkata:

أَمَرَعُمَرُبْنُالْخَطَّابِأُبَيَّبْنَكَعْبٍوَتَمِيمًاالدَّارِيَّأَنْيَقُومَالِلنَّاسِبِإِحْدَىعَشْرَةَرَكْعَةًقَالَوَقَدْكَانَالْقَارِئُيَقْرَأُبِالْمِئِينَحَتَّىكُنَّانَعْتَمِدُعَلَىالْعِصِيِّمِنْطُولِالْقِيَامِ

“Umar bin Al-Khattab telah memerintahkan Ubay bin Kaab dan Tamim Ad-Dariy supaya keduanya mengimami orang-orang dengan melaksanakan sholat 11 rakaat, dia berkata: dan sesungguhnya qari (imam) membaca ratusan ayat (dalam satu rakaat) sampai kami bersandar pada tongkat kami karena lamanya berdiri,” (Imam Malik, Al Muwaththo, hadits no 232, Maktabah Syamilah v. 3)

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved