Ramadan 2019

PUASA SEHAT- Saran Dokter untuk Penderita Maag, Hindari Makanan Berlemak Agar Tidak Kambuh

Penderita gerd atau maag harus menjaga asupan yang ia konsumsi saat sahur dan berbuka agar saat puasa tidak mengalami maag mendadak.

PUASA SEHAT- Saran Dokter untuk Penderita Maag, Hindari Makanan Berlemak Agar Tidak Kambuh
net
maag muntah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kamu punya penyakit maag dan ingin puasamu sehat? Simak tipsnya dari dokter.

Penderita gerd atau maag harus menjaga asupan yang ia konsumsi saat sahur dan berbuka agar saat puasa tidak mengalami maag mendadak.

Spesialis Gizi Klinis, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp. GK menyebutkan pemilik maag sebaiknya menghindari makanan yang berlemak.

Alasannya makanan berlemak akan tinggal lebih lama di dalam lambung sehingga bisa membuat terasa begah.

Karena begah kemungkinan makanan akan kembali lagi ke kerongkongan dan bisa saja makanan malah dimuntahkan.

Baca: Ibadah Sahabat Nabi di Bulan Ramadan, Ada Ulama Berusia 130 Tahun Sanggup Baca 40 Ayat Satu Rakaat

“Makanan yang terlalu banyak berminyak makanan minyak akan akan tinggal di lambung lama sehingga pada orang gerd dia bisa balik lagi kan ke kerongkongan orang gerd kan gitu,” ungkap dr. Juwalita saat ditemui di Senayan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Pada orang maag memiliki jenis makanan tertentu yang dapat memancing asam lambung yang biasanya berbeda pada setiap magh sebaiknya dihindari.

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

Beberapa contoh buah yang terkadang memancing magh kambuh seperti apel, pisang, nanas, tomat, atau sayuran seperti brokoli.

“Yang paling bikin banyak keluhan kalau buah apel, pisang, beberapa iya nanas, tomat suka bikin keluhan brokoli juga, tapi ini setiap indivisual gak sama,” tutur dr. Juwalita.

Baca: PUASA SEHAT, Pecinta Kopi Masih Bisa Ngopi Saat Ramadan, Tapi Jangan Diminum Saat Sahur, Ini Triknya

Kemudian makanan yang berlemak, serta minuman seperti kopi dan teh juga sebaiknya dihindari para penderita magh selama berpuasa.

Spesialis Gizi Klinis, Dr. Juwalita Suraprasi, M.Gizi, Sp. GK saat ditemui di diskusi media di kawasan Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).
Spesialis Gizi Klinis, Dr. Juwalita Suraprasi, M.Gizi, Sp. GK saat ditemui di diskusi media di kawasan Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

Porsi saat berbuka juga harus diperhatikan, jangan sampai sudah sangat begah saat baru berbuka.

“Porsi juga pas batalin jangan besar, lebih ke kecil dulu, nanti makan malam lagi kan. Selingan malam setelah tarawih ngemil lagi yang ringan,” pungkas dr Juwalita.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved