Ramadan 2019

Perbanyak Ibadah di Bulan Ramadan dengan Salat Dhuha, Ini Panduan dan Tata Caranya!

Perbanyak ibadah di bulan suci Ramadan 2019/1440 H dengan salat dhuha. Berikut panduan dan tata cara salat dhuha.

muslimmatters.org
Perbanyak ibadah di bulan suci Ramadan 2019/1440 H dengan salat dhuha. Berikut panduan dan tata cara salat dhuha. 

TRIBUNNEWS.COM - Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah.

Manfaatkan Ramadan 2019 atau Ramadhan 1440 H dengan memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan shalat dhuha.

Selain Salat wajib yakni Salat lima waktu, terdapat pula Salat Sunnah yang pada hakikatnya tentunya sangat baik apabila turut serta dilaksanakan.

 

sd

“Salat Dhuha itu Salat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

dfd

Dalam artian, jika dilaksanakan maka sejuta manfaat akan menanti bagi insan yang mengerjakan Salat Dhuha tersebut.

Adapun waktu yang afdal untuk melaksanakan shalat Dhuha yakni untuk melaksanakan Dhuha adalah Antara jam 08.00 - 11.00 Pagi.

Keutamaan, Manfaat, Rahasia Salat Dhuha

Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah.

Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.” HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah.

Baca: Niat, Bacaan dan Tata Cara Shalat Tarawih dan Witir, Baik Jamaah maupun Munfarid

Baca: 3 Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan Berdasarkan Hadist Shohih

Panduan Mengerjakan Sholat Dhuha

Niat sholat Dhuha

Mengutip situs bersamadakwah,net, Semua ulama sepakat bahwa tempat niatadalah hati. Niat dengan hanya mengucapkan di lisan belum dianggap cukup.

Melafalkan niat bukanlah suatu syarat. Artinya, tidak harus melafalkan niat.

Namun menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya Sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan dalam madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niatkarena tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW.

Dalam madzhab Syafi’i, lafal niat sholat dhuha sebagai berikut:

niat sholat dhuha
Lafadz niat Sholat Dhuha

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat Sholat Sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Baca: 10 Manfaat Shalat Tarawih untuk Kesehatan, Tingkatkan Kebugaran hingga Bakar Kalori

Baca: Keutamaan Melaksanakan Shalat Tarawih di Malam Pertama, Sayang Jika Dilewatkan

Adapun lafadz niat yang lebih panjang sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat Sholat Sunnah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

Tata cara Sholat Dhuha

Bagaimana tata cara Sholat Dhuha?

Adapun Sholat Dhuha dikerjakan dua rakaat salam – dua rakaat salam.
Selain itu,  jumlah rakaatnya, minimal dua rakaat. Rasulullah kadang mengerjakan Sholat Dhuha empat rakaat, kadang delapan rakaat.
Namun sebagian ulama tidak membatasi. Ada yang mengatakan 12 rakaat, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan Sholat Dhuha sebanyak delapan rakaat.

Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)

Baca: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2019 DKI Jakarta dan Bandung, Lengkap dengan Waktu Salat dan Berbuka

Baca: Diklaim Hanya Ada di Indonesia, Beredar Video Salat Tarawih Tercepat di Jawa Timur

Tata caranya sama dengan Sholat Sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:

- Niat

- Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah

- Membaca surat Al Fatihah

- Membaca surat atau ayat Alquran. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.

- Ruku’ dengan tuma’ninah

- I’tidal dengan tuma’ninah

- Sujud dengan tuma’ninah

- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

- Sujud kedua dengan tuma’ninah

- Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

- Membaca surat Al Fatihah

- Membaca surat atau ayat Alquran. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.

- Ruku’ dengan tuma’ninah

- I’tidal dengan tuma’ninah

- Sujud dengan tuma’ninah

- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

- Sujud kedua dengan tuma’ninah

- Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

- Salam

Demikian tata cara sholat dhuha. Setiap dua rakaat salam, diulang sampai bilangan rakaat delapan atau yang dikehendaki. Setelah sholat dhuha dianjurkan berdoa.

Baca: Jadwal Imsakiyah 3 Ramadhan 1440 H/Rabu 8 Mei 2019 di Bandung dan 33 Kota Besar Seluruh Indonesia

Baca: 8 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan 2019/1440 H, Muntah yang Disengaja hingga Gangguan Jiwa

Doa Sholat Dhuha

Tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW setelah selesai Sholat Dhuha.

Sehingga dalam kitab-kitab Fiqih, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa Sholat Dhuha.

Misalnya dalam Fiqih Sunnah, Fiqih Islam wa Adillatuhu, Fikih Empat Madzhab maupun Fiqih Manhaji mazhab Imam Syafi’i.

Sehingga, kita boleh berdoa secara umum dengan doa apapun yang baik.

Ada satu doa Sholat Dhuha yang sangat populer, yaitu:
Doa sholat dhuha
Doa Sholat Dhuha

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

(Alloohumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Alloohumma inkaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fayassirhu, wa inkaana harooman fathohhirhu, wa inkaana ba’iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shoolihiin)

Baca: Jadwal Shalat 2 Ramadhan 1440/Selasa 7 Mei 2019 di Jakarta, Medan & 32 Kota Besar Seluruh Indonesia

Baca: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2019 DKI Jakarta dan Bandung, Lengkap dengan Waktu Salat dan Berbuka

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Doa ini bukanlah berasal dari hadits Nabi. Doa ini dicantumkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Meskipun bukan berasal dari hadits Nabi, boleh-boleh saja seseorang membaca doa tersebut dan doa lainnya asalkan baik.

Bahkan, diperbolehkan pula berdoa dengan bahasa Indonesia sekiranya tidak bisa bahasa Arab. Karena itu doa di luar Sholat.

Ada pun di dalam Sholat, maka kita harus mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagaimana sabda beliau:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(*)

Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved