Ramadan 2019

Aksi Solidaritas Pasca Serangan di Masjid Christchurch Mengantar Lovelady Jadi Mualaf (Bagian I)

Megan terus berpetualang untuk mencari tahu tentang Islam, sampai akhirnya dia memutuskan untuk masuk Islam.

Aksi Solidaritas Pasca Serangan di Masjid Christchurch Mengantar Lovelady Jadi Mualaf (Bagian I)
Foto: Janneth Gill/Herald on Sundays
Megan Lovelady. 

Dari halaman masjid, dia mendengar imam membacakan Alquran.

Ketika mendengarnya, Mega Lovelady merasakan getaran di dadanya.

"Ketika mendengar imam membacakan Quran, rasanya sungguh menakjubkan," ujarnya.

Dari sana, Megan terus berpetualang untuk mencari tahu tentang Islam, sampai akhirnya dia memutuskan untuk masuk Islam.

Sejumlah warga kampus Universitas Vanderbilt berkumpul di area luar Rand Hall untuk memberikan penghormatan kepada para korban serangan teroris di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Selandia Baru
Sejumlah warga kampus Universitas Vanderbilt berkumpul di area luar Rand Hall untuk memberikan penghormatan kepada para korban serangan teroris di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Selandia Baru (John Russell/Vanderbilt University)

Pada bulan Ramadan ini, berita Megan Lovelady yang masuk Islam cukup viral di Selandia Baru.

Artikel ini akan memuat kisah perjalanan Megan Lovelady hingga akhirnya dia memutuskan masuk Islam seperti disarikan dari ganaislamika.

Gelombang Hijab di Selandia Baru

Megan adalah seorang pekerja di kafe, usianya baru 22 tahun.

Pada awalnya, dia hanya ingin membantu.

Sehari setelah serangan Masjid Al Noor, Christchurch, Megan mendengar kabar bahwa wanita Muslim takut ke luar rumah dengan mengenakan hijab karena takut akan keselamatan mereka.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved