Ramadan 2019

Aksi Solidaritas Pasca Serangan di Masjid Christchurch Mengantar Lovelady Jadi Mualaf (Bagian I)

Megan terus berpetualang untuk mencari tahu tentang Islam, sampai akhirnya dia memutuskan untuk masuk Islam.

Aksi Solidaritas Pasca Serangan di Masjid Christchurch Mengantar Lovelady Jadi Mualaf (Bagian I)
Foto: Janneth Gill/Herald on Sundays
Megan Lovelady. 

Megan yang lahir di Tennessee, Amerika Serikat, bermigrasi ke Selandia Baru bersama keluarganya ketika dia berusia 7 tahun.

Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru
Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru (AFP)

Hari itu Megan memutuskan untuk mengenakan jilbab dalam aksi solidaritas untuk para wanita Muslim.

"Aku menonton satu miliar video di YouTube tentang cara mengenakan kerudung. Supaya aku tidak menyinggung siapa pun," kata Megan.

Dia khawatir salah pakai, tidak sesuai dengan tradisi agama Islam.

Di kemudian hari, Megan menertawakan kehati-hatiannya itu, dia menyadari bahwa ternyata tidak ada standar khusus tentang cara mengenakan hijab.

Dan wanita Muslim cenderung tidak mempersoalkan bagaimana cara memasang simpul pada sebuah hijab.

Ketika Megan berjalan melewati jalan-jalan di Christchurch dengan kepala tertutup, dia merasa seolah-olah orang-orang memandangnya lebih dari biasanya.

Dia berharap dukungan kecil ini akan membantu para wanita Muslim agar terlihat “lebih normal”.

Megan terus mengenakan hijab selama beberapa hari.

Seminggu setelah pembantaian, dia pergi kerja lebih awal karena ingin menghadiri sebuah acara di Hagley Park, bersama dengan ribuan lainnya, di mana salat Jumat diadakan di dekat Masjid AI Noor.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved