Ramadhan 2019

Pesan Jokowi dalam Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memperingati Nuzulul Quran Tingkat Nasional di Istana Negara, Jakarta,

Pesan Jokowi dalam Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memperingati Nuzulul Quran Tahun 1140H/2019 Tingkat Nasional di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5/2019) malam. 

Jokowi menyakini, dengan menjalani tuntunan Alquran dan kenabian Rasul serta mengambil inspirasi pendahulu, maka Indonesia akan terus bersatu, rukun dan damai.

"Indonesia menjadi lebih baik, adil dan makmur sejahtera. Indonesia akan menjadi negeri yang Baldatun Tayyibatun Warrobun Ghafur," ujar Jokowi.

Harapan Jusuf Kalla

Penetapan hasil Pemilu 2019 dilakukan bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran. Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap kondisi pasca pengumuman rekapitulasi pilpres 2019 semakin kondusif.

JK menyatakan hal itu saat memberikan sambutan dalam buka puasa bersama ICMI di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

"Tentu pada bulan suci Ramadhan ini, apalagi besok 17 Ramadhan kan. Jadi Nuzulul Quran. Mudah-mudahan dengan Nuzulul Quran ini semuanya adem ayem. Saya pikir akan damai, biasa Indonesia seperti itu. Mudah-mudahan saja," ungkap JK.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditemui di kantor wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).
Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditemui di kantor wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). (Rina Ayu/Tribunnews.com)

Meski JK menyadari, pada pesta demokrasi kali ini terdapat jurang perbadaan yang besar, pasca pemilu diharapkan semua akan kembali normal.

Baca: Sikap KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa tentang Purnawirawan TNI Mau Aksi 22 Mei 2019 di Jakarta

"Menyangkut umat semuanya inilah pemilu yang paling tidak jelas sebenarnya apa yang terjadi. Jadi perlu pengkajian sehingga tidak terjadi lagi," tutur mantan Ketum Partai Golkar ini.

Sementara itu, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie berharap, Jusuf Kalla dapat menjadi penengah dalam meredam situasi kini.

Baca: Dikurung di Toilet dan 5 Hari Tak Diberi Makan Majikannya, Asisten Rumah Tangga di Pluit Tewas

"Sepertinya ini lama penyelesaiannya. Karena itu kita harus sabar. Kita butuh tokoh-tokoh yang bisa mengayomi semua. Pak JK mudah-mudahan terus bersama kita walaupun nanti 20 Oktober pagi sudah tidak menjadi Wakil presiden lagi. Tapi tenaga, pikiran dan wibawanya masih diperlukan oleh bangsa ini," sebut Jimly.

Punya pertanyaan seputar Islam dan Ramadhan? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Islami oleh Ust. Zul Ashfi, S.S.I, Lc

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved