Breaking News:

Ramadan 2020

Ini Bacaan Doa Berbuka Puasa, Berbukalah dengan yang Manis sesuai Anjuran Islam

Simak bacaan doa berbuka puasa. Sesuai anjuran Islam, berbukalah dengan yang manis.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Simak bacaan doa berbuka puasa. Sesuai anjuran Islam, berbukalah dengan yang manis. 

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang selalu dinanti-nantikan oleh seluruh umat Muslim.

Pada bulan Ramadan ini, umat Muslim diwajibkan menjalankan puasa dan memperbanyak beribadah.

Namun, sebelum menjalankan ibadah puasa, alangkah baiknya umat Muslim membaca niat puasa, sebagai berikut:

Bacaan niat puasa ini dilakukan sebelum melaksanakan puasa atau dibacakan malam hari setelah tarawih.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'aala.

Baca: Syekh Ali Jaber: Ibadah Ramadan Saat Pandemi, Jadikan Rumahku Surgaku

Baca: Bolehkan Kita Niat Puasa Ramadan Langsung Satu Bulan? Simak Tata Cara Niat Puasa di Sini!

Selain itu, sebelum berbuka puasa, umat Muslim juga harus membaca doa berbuka puasa, sebagai berikut:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin."

Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Setelah hampir seharian berpuasa, tubuh akan kembali membutuhkan asupan gizi.

Saat berbuka puasa sebaiknya konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, agar tubuh mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Bacaan Doa Berbuka Puasa
Bacaan Doa Berbuka Puasa (mos.cms.futurecdn.net)

Lalu bagaimanakah anjuran berbuka puasa dalam Islam?

Dalam program Tanya Ustaz Tribunnews.com, Dosen IAIN Surakarta, Siti Choiriyah menjelaskan mengenai berbuka puasa dengan yang manis-manis sesuai anjuran Islam.

Siti Choiriyah mengatakan dalam HR Abu Daud dan Ahmad, berikut ini:

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah, kurma yang masih segar) sebelum menunaikan shalat.

Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering).

Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.

"Makna berbuka dengan yang manis-manis itu merupakan makna kias, karena rothb dan tamr yang dikonsumsi Rasulullah manis. Jadi kalau tidak ada ya sudah yang penting berbuka dengan yang manis," kata Siti Choiriyah.

Selain itu umat Muslim yang ingin berbuka dengan yang manis-manis juga harus berhati-hati, dan jangan sekedar mengonsumsi yang manis.

"Kita tahu manisnya kurma itu banyak sekali manfaatnya, jadi ketika kita akan mengganti kurma dengan makanan yang lain, paling tidak harus yang mendekati sifatnya,"

Anda bisa mengganti kurma dengan buah-buahan yang memiliki kandungan gula dan serat yang baik.

"Konsumsi air putih terlebih dahulu, baru buah yang manis-manis," lanjutnya.

(Tribunnews.com/Lanny Latifah)

Punya pertanyaan seputar Islam dan Ramadhan? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Islami oleh Ust. Zul Ashfi, S.S.I, Lc

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved