Sabtu, 30 Agustus 2025

Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Para Dokter Harus Memilih Berpuasa atau Tidak

Dokter membutuhkan tenaga ekstra untuk menangani dan merawat para pasien covid-19

Editor: haerahr
China Media Group
Foto seorang dokter di Wuchang China yang berbaring dengan pakaian pelindung yang lengkap di kamar penuh dengan kasur kosong yang merupakan bekas rumah sakit pasien virus corona, awal April 2020. Dokter di New York AS yang merawat pasien corona memilih tetap berpuasa. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ibadah Ramadan kali ini dilaksanakan di tengah pandemi corona dan para dokter harus membuat pilihan.

Para dokter dan tenaga medis saat ini sedang bekerja keras menangani dan merawat pasien covid-19.

Mereka membutuhkan tenaga ekstra untuk melaksanakan tugasnya dan dihadapkan pada pilihan tetap berpuasa atau menggantinya di lain hari.

Sebagai contoh, dilansir dari Kompas yang mengutip Aljazeera, Kamis (23/4/2020), seorang dokter bernama Ahmed Hozain yang menangani pasien Covid-19 di RS Brooklyn memilih untuk tetap berpuasa.

Peneliti bedah residen dan transplantasi paru itu berencana untuk tidak makan, minum, mengunyah permen karet, dan minum obat selama puasa tahun ini.

Dia telah berpuasa sejak berusia 10 tahun dan pada Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, Hozain dapat melewatinya dengan baik.

BACA SELENGKAPNYA -->

Baca: Ramadan Kala Pandemi Corona, Ini Kebijakan Ibadah Berbagai Negara dari Turki hingga Pakistan

Baca: Ramadan dan Corona, Tips Sahur yang Benar, Perbanyak Sayur Buah untuk Tangkal Covid-19

Para tenaga kesehatan membawa PDP ke Rumah Sakit Umum Sawerigading Kota Palopo, Sabtu (21/3/2020).
Para tenaga kesehatan membawa PDP ke Rumah Sakit Umum Sawerigading Kota Palopo, Sabtu (21/3/2020). (RSUD Sawerigading via TribunPalopo)

Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan