Breaking News:

Ramadan 2020

Doa Buka Puasa Lengkap dengan Latin dan Artinya serta Tata Cara Berbuka Puasa Rasullah SAW

Doa buka puasa lengkap dengan latin dan artinya serta tata cara berbuka puasa Rasullah SAW. Siapkan air putih atau kurma minimal tiga biji.

Britannica
Ilustrasi masjid - Doa buka puasa lengkap dengan latin dan artinya serta tata cara berbuka puasa Rasullah SAW. Siapkan air putih atau kurma minimal tiga biji. 

TRIBUNNEWS.COM - Bacaan doa buka puasa berikut dilengkapi juga tata cara Rasullah SAW ketika berbuka puasa.

Berbuka puasa dianjurkan untuk disegerakan ketika telah tiba waktu magrib.

Ilustrasi masjid - Berikut jadwal waktu azan Magrib Kota Madiun dan sekitarnya pada Selasa, 28 April 2020. Dilengkapi doa buka puasa Ramadhan.
Ilustrasi masjid - Doa Buka Puasa Lengkap dengan Latin dan Artinya serta Tata Cara Berbuka Puasa Rasullah SAW (Britannica)

Doa Buka Puasa

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, dalam keterangan hadis ada dua doa buka puasa yang masyhur di kalangan masyarakat umum.

Doa buka puasa pertama adalah dari hadis Rasulullah yang diriwiyatkan dari Abu Dawud.

Bunyi doanya seperti ini:

  ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Dzahaba ddhoma'u wabtallatil uruqu watsabbatil ajru insya Allah

Artinya:  Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap.

Baca: 5 Resep Tempe Mendoan Nikmat untuk Berbuka Puasa Hari ini

Baca: Dokter Spesialis Kandungan Jelaskan Kehebatan Puasa untuk Ibu Hamil

Doa buka puasa kedua berasal dari hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim yang bunyinya: 

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: "Ya Allah karanaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih."

Lalu mana yang benar di antara kedua doa tersebut?

Tidak ada yang salah dari dua doa yang sama-sama memiliki riwayat dari hadis Rasulullah SAW.

Sebagian ulama dari Madzhab Imam Syafi'i lalu mengambil jalan tengah dengan menggabungkan dua doa tersebut sehingga doa buka puasa Ramadan menjadi seperti ini:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ  ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
 بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Itulah tentang doa buka puasa Ramadan sesuai dengan apa yang pernah dicontohkan Rasulullah, diriwayatkan oleh para sahabat dan ahli hadist lalu menjadi masyhur di tengah masyarakat.

Tata Cara Berbuka Puasa Rasullah SAW

Dikutip dari Serambinews.com, Rabu (29/4/2020), Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc membeberkan urutan tata cara berbuka puasa seperti yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, yakni:

1. Siapkan air putih atau kurma.

Minimal kurma 3 biji atau lebih tapi disunahkan ganjil jumlahnya.

2. Tunggu suara azan magrib dan pastikan itu benar ada azan maghrib.

3. Jika telah mendengar azan maka bacalah 'bismillah' kemudian makan kurma tadi baru anda minum air yang Anda sukai.

Tapi jika tidak ada kurma maka hendaknya minum air putih dulu.

4. Setelah makan kurma dan minum air putih maka ucapkan doa berikut:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Dzahabaz zhomaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah

"Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah.” [HR Abu Daud no 2357, Ad Daruquthni no 2/401]

Setelah itu jika Anda ingin doa dengan doa-doa yang lain maka silahkan dan perbanyaklah.

5. Jangan lupa Anda ada kewajiban salat maghrib.

Sebagai informasi, ada beberapa syarat wajib dan sahnya puasa Ramadan.

Mengetahui syarat wajib dan sahnya puasa perlu terus diingat agar puasa yang dijalani lebih afdal.

Dikutip dari berbagai sumber kitab fikih seperti Sullamussafinah, Sullamuttaufiq maupun Bidayatul mujtahid wa hidayatul muqtasid, para ulama fikih menerangkan syarat wajib dan sahnya puasa dalam pembahasan tersendiri.

Syarat Sah Puasa

Selain syarat wajib puasa, ulama fikih juga menjelaskan tentang syarat sahnya puasa antara lain:

1. Muslim

2. Berakal

3. Suci dari haid dan nifas, ini khusus bagi perempuan.

Apapun alasannya perempuan yang sedang dalam masa haid atau nifas usai melahirkan tidak diwajibkan berpuasa atau jika berpuasa ibadahnya tidak sah.

4. Di hari yang diperbolehkan

Ada beberapa hari yang diharamkan bagi Muslim menjalankan ibadah puasa, diantaranya 1 Syawal, 10 Dzulhijjah, 11, 12, 13, Dzulhijjah, puasa hari syak, dan wishal.

Orang yang Diwajibkan Puasa (Syarat Wajib Puasa)

1. Muslim

Seluruh umat Islam wajib menjalankan puasa Ramadhan.

Kewajiban ini sama dengan kewajiban bersyahadat, salat lima waktu, membayar zakat atau berhaji bagi yang mampu.

2. Berakal

Berakal di sini adalah seseorang yang tidak sedang mengalami gangguan jiwa atau akal seperti contohnya orang gila.

Orang gila dibebaskan dari khitob orang yang wajib berpuasa.

3. Baligh

Baligh adalah sesorang yang telah mencapai kedewasaan dengan ketentuan; mengetahui, memahami, serta mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Bagi laki-laki di atas usia 15 tahun atau sudah mimpi basah.

Sementara perempuan di atas usia sembilan tahun atau telah mengalami 'menstruasi'.

(Tribunnews.com/Fajar/Husein Sanusi)

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Penulis: Arif Fajar Nasucha
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved