Breaking News:

Eksklusif Tribunnews

Kiblat Miring 15 Derajat Masjid Cut Meutia

"Gambarannya masik pintu gerbang utama, mobil atau motor masuk nanti ditanya keperluan apa membayar zakat, nanti ada jalurnya.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Suasana Masjid Cut Meutia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2020). Bangunan Masjid Cut Meutia ini merupakan salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial Belanda. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Masjid Cut Meutia adalah kantor arsitek pada zaman Hindia Belanda, NV De Bouwploeg, dipimpin oleh Pieter Andriaan Jacobus (PAJ) Moojen.

Pemegang proyek pengembangan dan pembangunan kawasan Menteng, dinamakan Nieuw Gondangdia. Awal dibentuk bangunan bukan diperuntukan sebagai tempat ibadah.

Baca: Sejarah Masjid Tertua di Nigeria, Sudah Diresmikan Sejak tahun 1894

Ketika masuk ke dalam masjid, dari area salat, arah kiblatnya tidak sama dengan arah bangunan. Kiblatnya miring 15 derajat ke kanan. Tempat mimbar ceramah terpisah dengan bilik tempat imam memimpin salat.

"Kiblat kita pun miring tidak lurus karena di awalnya bukan dibangun untuk masjid karena untuk kantor," kata Ketua Remaja Islam Masjid Cut Meutia (Ricma) Muhammad Husein kepada Tribun Network, Minggu (17/5).

Husein menceritakan, sebelumnya di bagian tengah bangunan terdapat tangga besar, kemudian dihilangkan karena dianggap terlalu memakan tempat dan mengganggu area ibadah salat. Tangga untuk akses ke lantai dua pun dipindahkan ke area depan masjid.

Baca: MUI Sampaikan Adanya Pertentangan Kebijakan Pemerintah Saat Tangani Covid-19 di Tempat Umum & Masjid

"Sekarang tangganya di pindah ke depan, dulu di tengah ruangan. Tapi tangga di depan tidak mengubah 'gaya' tangga-tangga zaman dulu," imbuh Husein.

Baca: 4 Masjid Tertua yang Kental dengan Sejarah Islam di Indonesia

Sisa bagian tangga yang terhubung ke tangga bercabang menuju lantai atas berada tepat di atas mimbar ceramah, pada bagian dindingnya dihiasi tulisan kaligrafi indah.

Dilihat dari luar, Masjid Cut Meutia tidak terlihat sebagai masjid. Justru dari balkonnya beserta jendelanya, memperlihatkan bangunan bergaya arsitektur Eropa, Art Nouveau, yang sedang tren di era 1880-an hingga 1920-an.

"Karena masuk sebagai cagar budaya, bangunan Masjid Cut Meutia tidak boleh ada yang diubah bentuk bangunan," tutur Husein.

Baca: MUI Nilai Pertentangan Sikap Pemerintah: Melarang Kumpul di Masjid, Tidak Tegas di Mall & Bandara

Ramai Saat Ramadan Jazz
Jika berada di area Gondangdia, Jakarta Pusat, maka akan terlihat keramaian. Biasanya masyarakat yang hobi kulineran, akan bahagia berada di dekat Masjid Cut Meutia. Di sana banyak pedagang yang berjualan makanan. Termasuk saat ramadan.

Suasana Masjid Cut Meutia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2020). Bangunan Masjid Cut Meutia ini merupakan salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial Belanda. Tribunnews/Irwan Rismawan
Suasana Masjid Cut Meutia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2020). Bangunan Masjid Cut Meutia ini merupakan salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial Belanda. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)
Halaman
12

Punya pertanyaan seputar Islam dan Ramadhan? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Islami oleh Ust. Zul Ashfi, S.S.I, Lc

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved