Khatam Al-Quran di Bulan Ramadhan, Apakah Ada Doa Khusus? Ini Penjelasannya
Apakah ada doa khusus saat khatam Al-Quran di bulan Ramadhan? Berikut penjelasan Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi.
Penulis:
Arif Fajar Nasucha
Editor:
Citra Agusta Putri Anastasia
TRIBUNNEWS.COM - Beberapa minggu lagi, seluruh umat Islam akan menyambut bulan Ramadan 1442 H.
Bagi umat Muslim, bulan Ramadhan merupakan kesempatan terbesar untuk melakukan banyak kebaikan.
Sebagian besar akan melakukan amalan-amalan, satu di antaranya membaca Al-Qur'an.
Tidak sedikit umat Muslim yang mampu mengkhatamkan Al-Qur'an selama bulan Ramadan.
Baca juga: Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa Ramadhan 1442 H Tahun 2021, Dilengkapi Hikmah Puasa Ramadhan
Baca juga: Inspirasi Menu Buka Puasa Aneka Telur: Telur Gulung Kornet hingga Telur Panggang Sayur

Lantas, apakah ada doa khatam Al-Qur'an?
Dalam Program Tanya Ustaz Tribunnews.com, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi, menanggapi hal tersebut.
Wahid Ahmadi mengatakan, tidak ada doa khusus saat khatam Al-Qur'an.
Menurutnya, seseorang boleh membaca doa seperti yang diinginkan, misalnya meminta agar istikamah dan bisa mengkhatamkan Al-Qur'an lagi di luar bulan Ramadhan.
Wahid Ahmadi mencontohkan doa yang dimaksud:
'Ya Allah, berilah keberkahan hidup dengan Alquran ini, berilah kami petunjuk jalan sesuai dengan Alquran ini'
'Berilah kami keistikamahan untuk bisa mengkhatamkan lagi di luar Ramadhan'.
"Doa seperti itu saja biasa," jelasnya.
Wahid Ahmadi juga mengatakan, ada pula doa yang bisa dibaca di akhir Al-Qur'an.
"Atau kalau mau baca doa itu di akhirAl-Qur'an biasanya ada doa, itu baca aja doa itu bagus isinya," sambungnya.
Kendati demikian, doa tersebut bukanlah sesuatu yang bersifat syariat.
"Misalnya harus dibaca atau sunah membaca itu, tidak ada," jelasnya.
Itu seperti doa biasa saja yang mengungkapkan bahwa kita senang dengan bisa mengkhatamkan Al-Qur'an.
"Kita berdoa kepada Allah agar bisa istikamah," jelasnya.
Amalan di Bulan Ramadan
Dikutip dari Buku Tuntunan Ibadah Pada Bulan Ramadan yang dikeluarkan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, terdapat beberapa amalan-amalan di Bulan Ramadan.
Berikut amalan sunnah di bulan Ramadan:
1. Mengerjakan Qiyamul-Lail
Mengerjakan qiyamul-lail di malam hari saat bulan Ramadan sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Barangsiapa mengerjakan qiyam (salat) Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu." [HR. al-Bukhari dan Muslim].
2. Mengakhirkan Makan di Waktu Sahur
Rasulullah menganjurkan untuk makan sahur, bahkan mengakhirkannya.
Terdapat berkah di dalam sahur.
Melalui sahur, umat Muslim akan semakin mendapatkan keberkahan puasa di bulan Ramadan.
"Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air."
"Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat bersalawat kepada orang-orang yang makan sahur." (HR. Ahmad).
Sunah dari makan sahur adalah mengakhirkan sahur.
3. Menyegerakan Berbuka
Saat berbuka puasa adalah salah satu waktu terkabulnya doa.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berdoa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terzalimi."
Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya doa, karena pada saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.
4. Memperbanyak sedekah
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al-Qur'an, salat, dzikir dan iktikaf."
5. Mempelajari Al-Qur'an
"Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari al-Qur’an. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan." [Muttafaq ‘Alaih].
6. Memperbanyak iktikaf
"Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu beriktikaf pada sepuluh hari penghabisan di bulan Ramadhan." [Muttafaq ‘Alaih].
(Tribunnews.com/Fajar)