Jumat, 17 April 2026

Ramadan 2026

Apakah Boleh Sahur Dulu Baru Mandi Wajib saat Puasa Ramadan?

Banyak orang sahur dalam keadaan junub. Simak hukum sahur sebelum mandi wajib menurut ulama dan dalilnya.

Ringkasan Berita:
  1. Sahur sebelum mandi wajib tidak membatalkan puasa dan tetap sah.
  2. Mandi wajib dianjurkan dilakukan sebelum fajar agar memulai puasa dalam keadaan suci.
  3. Ulama menjelaskan makan sahur saat junub diperbolehkan dengan beberapa ketentuan.

TRIBUNNEWS.COM - Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, terdapat sejumlah aturan syariat yang harus dipahami umat Muslim, termasuk terkait mandi wajib atau mandi junub. 

Banyak masyarakat bertanya apakah diperbolehkan sahur terlebih dahulu sebelum mandi wajib. 

Penjelasan mengenai hal ini telah disampaikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemerintah Kota Tarakan melalui laman tarakankota.go.id.

Mandi wajib secara istilah adalah menyiramkan air ke seluruh tubuh dengan tata cara tertentu untuk menghilangkan hadas besar. 

Penyebab seseorang harus mandi wajib antara lain setelah berhubungan suami istri, selesai haid, nifas, maupun mimpi basah.

Bolehkah Sahur Sebelum Mandi Wajib?

Baznas menjelaskan bahwa mandi wajib tidak menjadi syarat sah puasa. Artinya, seseorang tetap boleh menjalankan puasa meskipun mandi wajib dilakukan setelah sahur atau setelah masuk waktu Subuh.

Penjelasan ini didasarkan pada hadis riwayat Aisyah RA dan Ummu Salamah RA yang menyebutkan:

“Nabi Muhammad Saw pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena berjima. Setelah masuk waktu subuh tiba, beliau mandi dan berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

Selain itu, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan bahwa seseorang yang masih junub saat Subuh, kemudian mandi setelah fajar, puasanya tetap sah.

Baca juga: Niat Mandi Keramas Puasa Ramadan, Lengkap dengan Tata Cara dan Waktunya

Hukum Sahur dalam Keadaan Junub

Informasi dari tarakankota.go.id menyebutkan bahwa makan sahur sebelum mandi junub tidak memengaruhi keabsahan puasa. 

Namun, mandi sebelum fajar dianjurkan agar seseorang memulai puasa dalam kondisi suci.

Beberapa ketentuan yang dijelaskan ulama antara lain:

  • Mandi junub sebelum Subuh hukumnya sunnah
  • Sahur sebelum mandi junub tetap diperbolehkan
  • Disunahkan berwudhu sebelum makan atau minum saat masih junub
  • Jika tidak memungkinkan berwudhu, cukup membasuh kemaluan terlebih dahulu

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan bahwa makan dan minum dalam kondisi junub tanpa berwudhu hukumnya makruh. 

Namun, pendapat ini dilengkapi oleh Sayyid Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin yang menyebutkan kemakruhan dapat hilang jika seseorang telah membasuh kemaluannya.

Hal yang Membatalkan Puasa

Baznas juga menegaskan bahwa hadas besar bukan termasuk hal yang membatalkan puasa. 

Contohnya seseorang yang mimpi basah di siang hari Ramadan, puasanya tetap sah dan mandi wajib dilakukan saat hendak salat.

Puasa baru batal jika seseorang dengan sengaja melakukan hal yang menyebabkan hadas besar di siang hari, seperti berhubungan suami istri.

Anjuran dalam Melaksanakan Mandi Wajib

Meskipun sahur sebelum mandi wajib diperbolehkan, umat Muslim tetap dianjurkan untuk:

  • Mandi wajib sebelum waktu Subuh jika memungkinkan
  • Berwudhu sebelum makan sahur saat masih junub
  • Membasuh kemaluan jika tidak dapat berwudhu

Baznas dan tarakankota.go.id menjelaskan bahwa memahami aturan ini dapat membantu umat Muslim menjalankan puasa dengan benar sesuai syariat Islam. 

Dengan pengetahuan yang tepat, ibadah puasa diharapkan dapat dilakukan secara sah dan lebih khusyuk selama bulan Ramadan.

(Tribunnews.com/Widya)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved