Ramadan 2026
Niat Puasa Ramadan 2026 Lengkap Beserta Keutamaan dan Dalilnya
Salah satu amalan wajib bagi umat Islam saat bulan Ramadan adalah menjalankan ibadah puasa. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan serta keutamaannya.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Ramadan 2026 akan segera tiba.
Salah satu amalan wajib bagi umat Islam saat bulan Ramadan adalah menjalankan ibadah puasa.
Puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syarat tertentu, sebagaimana dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam Kelas VIII.
Salah satu rukun puasa adalah membaca niat puasa Ramadan.
Niat melaksanakan puasa Ramadan dibaca pada malam hari sebelum memulai puasa dan selambat-lambatnya sebelum terbit fajar.
Agar niat puasa tidak terlewatkan, umat Islam boleh mengucapkan niat puasa setelah selesai menjalankan shalat tarawih.
Berikut ini bacaan niat puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."
Artinya:
Saya berniat puasa Ramadan esok hari untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena mentaati perintah Allah Ta’ala.
Baca juga: 50 Kata-kata Marhaban ya Ramadan 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Doa
Adapun hal-hal yang disunnahkan dan yang membatalkan puasa:
Hal-hal yang disunnahkan dalam puasa
- berdoa ketika berbuka puasa
- memperbanyak sedekah
- salat malam, termasuk salat tarawih
- tadarus atau membaca al Qur’an
Hal-hal yang membatalkan puasa
- makan dan minum dengan sengaja
- muntah yang disengaja atau dibuat-buat
- berhubungan suami istri
- keluar darah haid atau nifas bagi perempuan
- gila atau sakit jiwa
- keluar cairan mani dengan sengaja
Terdapat pula hal-hal yang mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa adalah semua perbuatan yang dilarang oleh Islam.
Contoh perbuatan yang dilarang yakni membicarakan kejelekkan orang lain, berbohong, mencaci maki orang lain, dan sebagainya.
Orang yang Diperbolehkan Meninggalkan Puasa Ramadan
Meski berpuasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim, tetapi dalam keadaan tertentu seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
Orang-orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa tersebut adalah sebagai berikut:
- Orang yang sedang sakit dan tidak kuat untuk berpuasa atau apabila berpuasa sakitnya semakin parah.
Namun, orang tersebut harus mengganti puasa pada hari lain apabila sudah sembuh nanti.
- Orang yang sedang dalam perjalanan jauh, wajib mengqada puasanya pada hari lain.
- Orang tua yang sudah lemah sehingga tidak kuat lagi untuk berpuasa.
Nantinya wajib membayar fidyah, yakni bersedekah tiap hari ¾ liter beras atau yang sama dengan itu kepada fakir miskin.
- Orang yang sedang hamil dan menyusui anak.
Jika khawatir akan menjadi mudarat kepada dirinya sendiri atau beserta anaknya, maka wanita yang sedang hamil dan menyusui wajib mengqada puasanya sebagaimana orang yang sedang sakit.
Namun jika hanya khawatir akan menimbulkan mudarat bagi anaknya, maka wajib mengqada puasanya dan membayar fidyah kepada fakir miskin.
Baca juga: Ramadan 2026: Cara Membuat Air Nabeez Kurma, Minuman Favorit Rasulullah SAW, Cocok buat Buka Puasa
Keutamaan Bulan Ramadan
Melansir laman baznas.go.id, bulan Ramadan memiliki keutamaan yang memberikan banyak manfaat kepada umat Islam.
Berikut keutamaan bulan Ramadan:
1. Bulan Diturunkannya Al-Quran
Ramadan menjadi bulan diturunkannya Al-Quran.
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)….” (Al-Baqarah, 185:2)
Hal ini menjadikan bulan Ramadan sebagai bulan yang istimewa bagi umat muslim.
Maka membaca dan memahami makna setiap ayat Al-Quran saat bulan Ramadan menjadi salah satu ibadah yang dapat dilakukan oleh setiap umat muslim untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan menguatkan keimanan kepada Allah SWT.
2. Ditutupnya Pintu Neraka, dan Dibukanya Pintu Surga
Dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.A., Rasulullah SAW bersabda bahwa pada bulan Ramadan ini, pintu surga akan dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.
Merujuk hadits tersebut, bulan Ramadan menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan amal ibadah, sebab Allah SWT telah memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai kebaikan selama bulan suci ini.
Selain itu, janji Allah tentang dilipatgandakannya pahala pada bulan Ramadan semakin menjadi penguat bagi umat muslim untuk meningkatkan iman selama bulan Ramadan.
3. Terdapat Malam Lailatul Qadar
Di bulan Ramadan terdapat satu malam yang sangat dinanti oleh umat Muslim karena keistimewaan dan keutamaannya, yakni malam Lailatul Qadar.
Malam ini dianggap istimewa sebab dipercaya Allah SWT membuka pintu langit seluas-luasnya, melimpahkan ampunan, serta mengabulkan doa-doa hamba-Nya.
Tak sampai di situ, malam lailatul qadar juga lebih baik daripada seribu bulan.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Oleh sebab itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal baik selama malam Lailatul Qadar agar berpeluang meraih keutamaannya.
4. Bulan Terkabulnya Doa
Keutamaan bulan Ramadan dari bulan lainnya adalah bulan Ramadan menjadi salah satu waktu mustajab untuk memanjatkan doa.
Seperti yang dijelaskan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.A. yang artinya,
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang yang didzalimi.” (HR. Ahmad 2:305)
Mengacu hadits tersebut, orang yang sedang berpuasa termasuk tiga golongan yang doanya tidak ditolak, sehingga saat Ramadan tiba umat Muslim dianjurkan untuk lebih sering memanjatkan doa.
(Tribunnews.com/Falza/Nurkhasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bacaan-niat-puasa-idul-adha.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.