Senin, 13 April 2026

Ramadan 2026

Niat Sholat Tarawih, Tata Cara, dan Keutamaannya, Dilengkapi Niat Salat Witir serta Doa Kamilin

Bacaan niat salat Tarawih, tata cara, dan keutamaannya, lengkap dengan niat salat Witir serta doa Kamilin.

Penulis: Nuryanti
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
SALAT TARAWIH - Jemaah melaksanakan salat tarawih perdana di Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/2/2025). Bacaan niat salat Tarawih, tata cara, dan keutamaannya, lengkap dengan niat salat Witir serta doa Kamilin. 

TRIBUNNEWS.COM - Simak bacaan niat salat Tarawih, tata cara, dan keutamaannya, lengkap dengan niat salat Witir serta doa Kamilin.

Salat Tarawih adalah shalat sunnah malam pada bulan Ramadhan.

Waktu salat Tarawih yaitu sesudah salat Isya hingga fajar (sebelum datang waktu Subuh).

Tata cara pelaksanaan salat Tarawih yakni dikerjakan dengan cara 4 rakaat, 4 rakaat tanpa tasyahud awal, dan 3 rakaat Witir tanpa tasyahud awal.

Salat Tarawih juga dapat dikerjakan dengan cara 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, dan 1 rakaat Witir.

Salat Tarawih bisa dikerjakan secara berjamaah atau sendirian.

Setelah salat Tarawih, hendaknya diteruskan melaksanakan shalat Witir minimal satu rakaat.

Pada umumnya, salat Witir dikerjakan tiga rakaat dengan dua salam.

Namun, juga diperbolehkan jika salat Witir dikerjakan tiga rakaat dengan satu salam.

Niat Salat Tarawih

Niat salat Tarawih Berjamaah – 2 rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."

Niat Salat Tarawih Sendiri (Munfarid) – 2 rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Niat Salat Tarawih sebagai Imam – 2 rakaat

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Bacaan Bilal Shalat Tarawih 11 Rakaat: Tulisan Latin, Arti, dan Urutannya

Niat Salat Witir

Niat Salat Witir 1 rakaat

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya niat sholat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah ta’alaa”

Niat Salat Witir 3 rakaat

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa”

Tata Cara Salat Tarawih

Dilansir tulisan DR Marabona Munthe ME Sy dalam artikelnya Tata Cara salat Tarawih di Rumah Berjamaah dan Sendiri-Sendiri, simak urutan salat Tarawih:

1. Mengucapkan niat salat Tarawih sesuai posisinya sebagai imam atau makmum

2. Niat di dalam hati

3. Ketika takbiratul ihram mengucap takbir

4. Saat takbiratul ihram membaca Surat Al-Fatihah

5. Kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an

6. Rukuk

7. I’tidal

8. Sujud pertama

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kedua

11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua

12. Bangkit dari duduk

13. Mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama

14. Salam pada rakaat kedua (Jika mengikut kepada yang dua rakaat-dua rakaat), lanjut sampai rakaat keempat baru salam (Jika mengikut kepada pendapat yang empat rakaat-empat rakaat).

Keutamaan Salat Tarawih

Berikut 30 keutamaan salat Tarawih pada bulan Ramadan, dikutip dari laman ntb.kemenag.go.id:

1. Malam pertama, Keluarnya Dosa Orang Mukmin

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib Radhiallahu Anhu, bahwa sesungguhnya Ali berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan tarawih di Bulan Ramadan. Maka Nabi SAW menjawab: "pada malam pertama keluarlah dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) sebagaimana ibunya melahirkan ia di dunia.

2. Malam ke-2, Diampuni dosa kedua orang tua

Pada malam yang ke 2, orang yang sholat tarawih akan diampuni dosanya dan dosa ke-2 orang tuanya jika keduanya mukmin.

3. Malam ke-3, Diampuni Allah

Pada malam yang ke 3, malaikat di bawah arasy berseru mulailah melakukan amal kebaikan (sholat tarawih) maka Allah akan mengampuni dosamu.

4. Malam keempat, Berpahala seperti Membaca Alquran

Pada malam yang ke 4, bagi yang melakukan tarawih dapat pahala sebagaimana pahala orang yang membaca kitab taurat, injil, zabur dan Alquran.

5. Malam ke-5, Dapat Pahala seperti Salat di Masjidil Haram

Pada malam yang kelima, Allah memberikan pahala bagi yang tarawih sebagaimana pahalanya orang yang sholat di masjidil harom, masjid madinah/nabawi dan masjidil aqsho.

6. Malam keenam, Pahala Thowaf

Pada malam yang keenam, Allah memberikan pahala pada yang bertarawih sebagaimana pahalanya orang yang thowaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanah memintakan ampunan pada-Nya.

7. Malam ke-7, Ditolong dari Serangan Jahat

Pada malam yang ketujuh, yang melakukan tarawih seakan-akan menemui zaman Nabi Musa as dan menolongnya dari serangan Fir'aun dan Haman.

8. Malam ke-8, Dapat Anugerah

Pada malam yang ke 8, Allah akan memberi anugerah sebagaimana anugerah yang diberikan pada Nabi Ibrahim alaihis salam.

9. Malam ke-9, Ibadahnya seperti Para Nabi

Pada malam yang ke 9, seolah-olah orang yang tarawih beribadah pada Allah sebagaimana ibadahnya para Nabi.

10. Malam ke-10, Diberi Rezeki Dunia dan Akhirat

Pada malam yang ke 10, Allah akan memberi rizki yang lebih bagus di dunia maupun akhirat bagi yang tarawih

11. Malam ke-11, Keluar dari Dunia seperti Orang Baru Dilahirkan

Pada malam yang ke 11, orang yang tarawih kelak ia akan keluar dari dunia (mati) seperti hari dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.

12. Malam ke-12, Wajahnya seperti Bulan Purnama

Pada malam yang ke-12, pada saat hari kiamat datang wajahnya orang yang tarawih bersinar bagaikan rembulan di malam purnama.

13. Malam ke-13, Selamat Dari Keburukan

Pada malam yang ke 13, pada saat hari kiamat tiba orang yang tarawih akan selamat dari segala macam keburukan.

14. Malam ke-14, Tidak Dihisab di Hari Kiamat

Pada malam yang ke 14, malaikat pada menjadi saksi bagi yang tarawih bahwa ia sudah melakukan sholat tarawih maka Allah tidak menghisabnya besok di hari kiamat.

15. Malam ke-15, Malaikat Memintakan Ampunan

Pada malam yang ke 15, para malaikat dan para malaikat penyangga arasy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit pada memintakan ampunan pada orang yang sholat tarawih.

16. Malam ke-16, Selamat dari Neraka

Pada malam yang ke 16, Allah akan mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga bagi yang tarawih.

17. Malam ke-17, Dapat pahala para nabi

Pada malam yang ke-17, yang tarawih akan diberi pahala sebagaimana pahalanya para nabi.

18. Malam ke-18, Diridhoi Allah

Pada malam yang ke-18, malaikat telah berseru (pada yang tarawih) wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridloimu dan ke-2 orang tuamu.

19. Malam ke-19, Diangkat Derajat di Surga Firdaus

Pada malam yang ke-19, Allah akan mengangkat derajat-derajat yang tarawih di surga firdaus.

20. Malam ke-20, Pahala Mati Syahid

Pada malam yang ke-20, orang tarawih akan diberi pahala seperti pahala orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholih.

21. Malam ke-21, Dibangunkan Rumah dari Cahaya di Surga

Pada malam yang ke-21, Allah akan membangunkan rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuk yang tarawih

22. Malam ke-22, Selamat dari Kesusahan di Hari Kiamat

Pada malam yang ke-22, jika hari kiamat tiba maka yang tarawih akan selamat dari segala bentuk kesusahan dan kebingungan.

23. Malam ke-23, Dibangunkan Kota di Surga

Pada malam yang ke 23, Allah akan membangunkan kota di dalam surga bagi yang tarawih.

24. Malam ke-24, Doanya Dikabulkan

Pada malam yang ke-24, orang yang tarawih akan memperoleh 24 doa yang mustajab/manjur.

25. Malam ke-25, Dihilangkan dari Siksa Kubur

Pada malam yang ke-25, Allah akan menghilangkan siksa kubur dari orang yang tarawih.

26. Malam ke-26, Dapat pahala 40 Tahun

Pada malam yang ke-26, Allah meningkatkan baginya pahala selama empat puluh tahun.

27. Malam ke-27, Dimudahkan Lewat Sirotol Mustakim

Pada malam yang ke-27, di hari kiamat dia melewati jembatan (syirathal mustaqiim) dengan mudah lagi cepat laksana halilintar menyambar.

28. Malam ke-28 Diangkat 1.000 Derajat

Pada malam yang ke 28, Allah mengangkat 1.000 derajat baginya di dalam surga.

29. Malam ke 29, Pahala 1.000 Ibadah Haji

Pada malam yang ke 29, Allah memberikan kepadanya pahala seribu ibadah haji yang diterima.

30. Malam ke-30 Balasan Surga

Pada malam yang ke 30, Allah berfirman :”Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air salsabil dan minumlah dari telaga kautsar, aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku”.

Doa Kamilin

Setelah melaksanakan salat Tarawih, dianjurkan membaca doa Kamilin seperti berikut:

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta lawâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa ilal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya:

“Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Ramadan 2026

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved