Kamis, 28 Mei 2026

Ramadan 2026

Tradisi Ramadan yang Tidak Boleh Dilewatkan Umi Pipik, Jika Melanggar Bikin Risau

Demi menjaga kebersamaan dengan anak-anaknya, istri almarhum Ustaz Jefri Al Buchori ini membatasi jadwal kerja.

Tayang:
Grid.ID/Ragillita Desyaningrum
CUCU UMI PIPIK - Umi Pipik di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/3/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Umi Pipik membatasi jadwal pekerjaannya selama bulan puasa
  • Satu aturan dalam keluarga almarhum Ustaz Jefri Al Buchori, yang tak pernah dilanggar dari tahun ke tahun, yaitu harus sudah berada di rumah saat sore hari
  • Menurut Umi Pipik, momen berbuka puasa bersama adalah hal yang sangat penting

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tradisi kumpul keluarga saat bulan Ramadan menjadi momen yang sangat dijaga oleh Pipik Dian Irawati atau Umi Pipik.

Demi menjaga kebersamaan dengan anak-anaknya, istri almarhum Ustaz Jefri Al Buchori ini rela membatasi jadwal pekerjaannya selama bulan puasa.

Ia mengaku memiliki satu aturan yang tak pernah dilanggar dari tahun ke tahun, yaitu harus sudah berada di rumah saat sore hari.

Baca juga: Ramadan Pertama Jadi Nenek, Umi Pipik Rombak Kamar Serba Pink Khusus untuk Cucu

"Kerjaan tetap ada, tapi mungkin pagi ya. Kalau sore harus balik ke rumah, biasa buka sama anak-anak," kata Umi Pipik di Hutan Kota Senayan, Jakarta, Senin (16/2/2026).

Baginya, momen berbuka puasa bersama adalah hal yang sangat penting. 

Ia mengaku selalu kepikiran jika tidak bisa menyiapkan hidangan untuk anak-anaknya.

"Dari tahun ke tahun mungkin, dari tahun ke tahun harus buka sama anak-anak," ujarnya.

"Soalnya kan pasti kepikiran ya, 'Aduh nanti anak saya makannya apa, siapa yang masakin, ntar bukanya...' udah pokoknya kalau Ramadan, sore itu udah harus di rumah, masak buat anak-anak," lanjut Umi Pipik.

Tak hanya sekadar menemani, Umi Pipik juga memastikan dirinya sendiri yang turun ke dapur untuk menyiapkan menu sahur dan berbuka.

Ia bahkan membocorkan selera makanan anak-anaknya yang ternyata menurun dari sang ayah, almarhum Uje.

"Kalau anak-anak kan memang dia sama kayak Uje, nggak bisa pedas. Jadi ya udah bikinnya yang manis-manis saja. Anak-anak saya kan simpel orangnya," ungkapnya.

Menurutnya, memasak sendiri hidangan untuk anak-anak adalah cara terbaik untuk memastikan makanan tersebut disantap hingga habis.

"Harus sesuai seleranya dia. Kalau kita masak nggak sesuai seleranya kita, kadang kagak dimakan gitu. Jadi harus tanya dulu, ini maunya apa, maunya kapan. Jadi bikin dikit-dikit tapi kemakan semua gitu," pungkasnya.

(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved