Rabu, 20 Mei 2026

Ramadan 2026

MUI Ajak Imam Masjid Baca Qunut Nazilah untuk Rakyat Palestina Selama Ramadan

MUI ajak seluruh imam masjid di Indonesia untuk membacakan qunut nazilah selama Ramadan.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TARAWIH PERDANA - Jamaah Muhammadiyah melaksanakan shalat tarawih di Masjid Raya Uswatun Hasanah, Cengkareng, Jakarta, Selasa (17/2/2026). Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026, melalui maklumat resmi berdasarkan hasil hisab yang dikaji ulang oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Anwar Iskandar, mengajak seluruh imam masjid di Indonesia untuk membacakan qunut nazilah selama Ramadan sebagai doa khusus bagi keselamatan rakyat Palestina, terutama di Gaza.

Ajakan itu disampaikan dalam konferensi pers Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (17/2/2026).

"Kami berharap dengan sungguh-sungguh kepada seluruh imam-imam masjid di seluruh Indonesia, kalau bisa kita kuatkan untuk berdoa bagi keselamatan umat Islam dan bangsa Palestina, terutama masyarakat Palestina di Gaza, dengan qunut nazilah," ujar Anwar.

Menurutnya, pengumuman hasil sidang isbat pada hari itu menjadi pedoman bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai rukun Islam berupa puasa sesuai perintah Allah SWT.

Dirinya mengatakan perbedaan dalam praktik keagamaan merupakan keniscayaan. 

"Perbedaan itu hanyalah menyangkut masalah-masalah yang sifatnya ijtihadi, yang sifatnya teknis. Secara qoth’i tidak beda, secara qoth’i berpuasa," ujarnya.

Perbedaan awal atau akhir Ramadan, menurut Anwar, harus dipahami sebagai dinamika yang wajar. 

Dirinya mengajak umat menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

"Perbedaan yang dikelola dengan baik akan menjadi sebuah harmoni yang indah, yang itu juga akan menjadi sesuatu yang penting bagi persatuan Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. 

Penetapan ini didasarkan pada hasil Sidang Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1447 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Nasaruddin mengungkapkan alasan Pemerintah menetapkan awal Ramadan pada hari Kamis mendatang. 

"Musyawarah mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama dan ormas-ormas Islam, serta dikonfirmasi oleh petugas pengamat di sedikitnya 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia," katanya. 

Berdasarkan paparan, ketinggian hilal di seluruh wilayah NKRI masih berada di bawah ufuk, dengan rentang antara -2° 24‘ 43“ (-2,41°) hingga -0° 55‘ 41“ (-0,93°). 

Sementara itu, sudut elongasi berada pada kisaran 0° 56‘ 23“ (0,94°) hingga 1° 53‘ 36“ (1,89°).

Artinya, secara hisab, posisi hilal di seluruh wilayah NKRI belum memenuhi kriteria Visibilitas Hilal yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu tinggi hilal minimum 3° dan sudut elongasi minimum 6,4°.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved