Ramadan 2026
Apa Itu Uang Meugang? Bikin Warga Ramai-ramai Datangi Pendopo Gubernur Aceh Sehari Jelang Puasa
Ratusan warga Aceh dan sekitarnya mendatangi Pendopo Gubernur Aceh untuk menagih janji uang meugang, Rabu (18/2/2026).
Ringkasan Berita:
- Ratusan warga Aceh dan sekitarnya mendatangi Pendopo Gubernur Aceh untuk menagih janji uang meugang, Rabu (18/2/2026).
- Mereka menagih bantuan uang meugang yang biasanya dibagikan setiap tahun menjelang masuknya bulan suci ramadan.
- Selama tiga hari berada di pendopo Gubernur Aceh, mermeka mengaku belum juga mendapatkan kepastian terkait bantuan uang meugang tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH – Rabu (18/2/2026), sehari jelang ramadan 1447 H, ratusan warga dari berbagai wilayah di Kota Banda Aceh dan sekitarnya mendatangi Pendopo Gubernur Aceh.
Tujuannya satu, mereka menagih bantuan uang meugang yang biasanya dibagikan setiap tahun menjelang masuknya bulan suci ramadan.
Selama tiga hari berada di pendopo Gubernur Aceh, mermeka mengaku belum juga mendapatkan kepastian terkait bantuan uang meugang tersebut.
Baca juga: VIDEO Tradisi Meugang Sambut Ramadan, Sapi Seharga Rp 60 Juta di Pasar Hewan Sibreh Aceh Besar
Pantauan Serambinews.com di lokasi, warga yang datang mulai dari remaja hingga orang tua.
Banyak di antara mereka turut membawa serta anak-anaknya.
Beberapa warga bahkan memaksa untuk masuk ke dalam pendopo.
Sebagian lainnya duduk di sejumlah sudut halaman pendopo sambil menunggu kepastian.
Mereka juga berharap dapat bertemu langsung dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau perwakilan pemerintah untuk mendapatkan penjelasan resmi.
Sejumlah aparat kepolisian dan Satpol PP-WH terlihat ikut mengamankan kedatangan warga di pendopo.
Nuraini, salah seorang warga Gampong Ulee Lheue mengaku pembagian uang meugang sudah menjadi kebiasaan dari tahun ke tahun.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Kota Kupang, Lengkap Selama 1 Bulan
Namun kali ini bantuan tersebut belum juga direalisasikan.
"Dari zaman ke zaman memang dibagi uang meugang untuk beli daging, kali ini saja tidak ada. Sudah tiga hari kami di sini," ujar Nuraini.
Ia mengatakan, setiap momentum meugang, warga biasanya datang ke pendopo untuk menerima bantuan. Namun, tahun ini mereka hanya menerima janji.
"Tiap meugang kami selalu ke sini. Tapi kali ini tidak ada kejelasan sama sekali. Janganlah disakiti hati masyarakat. Kami memang inisiatif sendiri ke sini. Mereka cuma janji-janji saja," tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Julia, warga Alue Naga.
Ia mengaku kecewa karena hingga kini belum ada kepastian terkait bantuan tersebut, padahal menurutnya pembagian uang meugang rutin dilakukan setiap tahun.
"Anak saya korban konflik, tapi sampai saat ini kami seperti selalu dibohongi. Ini saja sudah tiga hari kami di sini. Biasanya memang setiap tahun ada uang meugang, tapi kali ini enggak ada kejelasan sama sekali. Hujan-hujanan kami di sini," ujarnya.
Berbeda dengan warga lainnya, beberapa di antara mereka datang ke pendopo Gubernur Aceh karena mendengar adanya isu pembagian uang meugang dari mulut ke mulut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Aceh terkait tuntutan warga tersebut.
Apa itu Tradisi Meugang?
Tradisi Meugang di Aceh adalah salah satu budaya khas yang selalu hadir menjelang bulan Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.
Meugang biasanya dilakukan sehari atau dua hari sebelum hari besar tersebut.
Intinya, masyarakat Aceh membeli, memasak, dan menyantap daging bersama keluarga, kerabat, bahkan anak yatim sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan.
Makna Meugang
- Religius & Sosial: Meugang bukan sekadar makan daging, tapi juga wujud syukur menyambut bulan suci dan mempererat solidaritas sosial.
- Sejarah: Tradisi ini sudah ada sejak masa Kesultanan Aceh, ketika raja menyembelih hewan dan membagikan daging kepada rakyat.
- Ekonomi & Budaya: Meugang memengaruhi ritme pasar, harga daging melonjak, dan suasana kota menjadi ramai.
Uang Meugang
Selain tradisi makan daging, ada juga istilah uang meugang.
Ini merujuk pada bantuan dana yang biasanya diberikan oleh pemerintah atau pihak tertentu kepada masyarakat kurang mampu agar mereka bisa ikut merayakan Meugang dengan membeli daging.
Menjelang Ramadan, warga Aceh sering menanti bantuan ini, bahkan ada yang mendatangi pendopo gubernur untuk menagihnya.
Uang meugang adalah bentuk dukungan finansial agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan kebersamaan dalam tradisi Meugang, sementara Meugang sendiri adalah tradisi makan daging bersama sebagai simbol syukur dan solidaritas.
Penulis: (SerambiNews.com/Rianza Alfandi) (Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul BREAKING NEWS - Tagih Uang Meugang, Ratusan Warga Kerumuni Pendopo Gubernur Aceh

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.