Ramadan 2026
Jadwal Imsak Ramadhan Kota Jambi Jumat, 20 Februari 2026
Jadwal imsak kota Jambi hari ini Jumat, 20 Februari 2026 jatuh pada pukul 04.49 WIB, adzan Subuh berkumandang pada pukul 04.59 WIB.
TRIBUNNEWS.COM - Dari hasil sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkan awal puasa 1 Ramadan 1447 H/ 2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Itu artinya hari ini Jumat, 20 Februari 2026, umat Islam di Indonesia akan menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H untuk hari kedua.
Sementara warga Muhammadiyah, telah memasuki hari ketiga puasa Ramadhan 1447 H pada hari Jumat ini.
Sebab Muhammadiyah telah lebih dulu memberikan panduan awal puasa Ramadhan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 Masehi.
Berdasarkan perhitungan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 mengenai hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.
Memasuki hari kedua puasa Ramadhan 2026, masyarakat kota Jambi dapat memperhatikan jadwal imsak pada hari ini.
Jadwal Imsak kota Jambi hari ini dapat menjadi acuan untuk menghentikan makan dan minum saat sahur menjelang azan Subuh.
Diketahui jadwal imsak Jambi Jumat, 20 Februari 2026 jatuh pada pukul 04.49 WIB.
Lalu kumandang adzan Subuh untuk wilayah kota Jambi dan sekitarnya dimulai pukul 04.59 WIB.
Bacaan niat puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Kota Jambi, Lengkap Selama 1 Bulan
Selengkapnya simak jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M untuk wilayah Jambi pada Jumat, 20 Februari 2026:
Jadwal Imsakiyah Kota Jambi, Jumat, 20 Februari 2026
Imsak: 04.49 WIB
Subuh: 04.59 WIB
Terbit: 06.11 WIB
Dhuha: 06.39 WIB
Zuhur: 12.23 WIB
Ashar: 15.37 WIB
Magrib: 18.27 WIB (Waktu buka Puasa)
Isya: 19.36 WIB
Keutamaan dan Ajuran Sahur sebelum Puasa Ramadan 1447 H
Dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim:
“Bersahurlah kamu sekalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi landasan utama anjuran sahur dalam Islam. Rasulullah SAW secara tegas memerintahkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan yang luas, baik secara fisik maupun spiritual.
Keberkahan sahur mencakup kekuatan tubuh untuk berpuasa, ketenangan batin, serta pahala karena mengikuti sunah Nabi. Karena itu, sahur tidak dipandang sebagai kebiasaan biasa, melainkan bagian dari ibadah puasa itu sendiri.
Sahur bukan sekadar aktivitas makan sebelum puasa, tetapi juga momen spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan permohonan ampun.
“Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17)
Ayat ini menggambarkan keutamaan waktu sahur sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk beribadah, khususnya beristighfar.
Saat sahur, umat muslim tidak harus dengan makanan berat atau mewah.
Bahkan seteguk air pun sudah cukup untuk mendapatkan keutamaan sahur, selama diniatkan sebagai ibadah.
“Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun salah seorang dari kalian hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur." (HR. Ahmad)
Menariknya, hadis ini juga menyebutkan bahwa Allah SWT dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang bersahur.
Ini menunjukkan betapa mulianya amalan sahur di sisi Allah, meskipun dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Suasana-Masjid-Agung-Al-Falah-Jambi-selama-Ramadhan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.