Jumat, 17 April 2026

Ramadan 2026

Fadhilah Puasa Hari Kedua Ramadan 2026/1447 H, Ini Keutamaan & Pahalanya

Fadhilah puasa hari kedua Ramadan 2026 Allah SWT mencatat setiap ibadah orang yang berpuasa seperti ibadah satu tahun, pahala puasa seperti nabi.

TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GAN
FADHILAH PUASA RAMADAN - Jemaah membaca Alquran setelah melaksanakan salat ashar di Mesjid Raya Al Jabbar, Jalan Cimincrang, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/3/2023). Fadhilah puasa hari kedua Ramadan 2026 Allah SWT mencatat setiap ibadah orang yang berpuasa seperti ibadah satu tahun, pahala puasa seperti nabi. 
Ringkasan Berita:
  • Fadhilah puasa hari kedua Ramadan 2026 Allah SWT mencatat setiap ibadah orang yang berpuasa seperti ibadah satu tahun.
  • Pahala puasa hari kedua Ramadan seperti pahala seorang nabi, mencatat puasa kita seperti puasa satu tahun. 
  • Allah akan mencatat setiap ibadah orang yang berpuasa dan memberikan pahala yang luar biasa pada orang tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Memasuki hari kedua Ramadan 2026 atau 1447 H, semangat umat Muslim kian menguat untuk meraih keberkahan yang ditawarkan oleh bulan suci ini. 

Penetapan menurut Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) awal puasa 1 Ramadan 1447 H / 2026 M jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Maka pada hari Jumat, 20 Februari 2026 hari ini, umat muslim di Indonesia sudah memasuki puasa hari kedua Ramadan 1447 H.

Keutamaan menjalankan puasa di bulan Ramadan 2026 dapat menjadi sebuah sarana penyucian jiwa, di mana setiap detiknya merupakan kesempatan emas untuk menghapus dosa-dosa masa lalu. 

Ramadan adalah bulan suci di mana Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya lebar-lebar dan memberikan keistimewaan yang tidak ditemukan pada bulan lainnya, yakni pelipatan pahala yang tak terbatas bagi mereka yang mampu menjaga syariat dan adab dalam berpuasa. 

Melalui puasa, seorang hamba dilatih secara fisik dan dididik secara batin untuk meraih derajat ketakwaan yang menjadi puncak dari segala ibadah.

Keistimewaan luar biasa ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menegaskan betapa besarnya nilai pengampunan di bulan suci ini. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Fadhilah puasa hari kedua Ramadan 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh niat yang telah dipasang pada hari pertama, agar konsistensi dalam beribadah tetap terjaga hingga akhir bulan nanti. 

Menghayati fadhilah puasa di hari kedua ini, diharapkan setiap Muslim di tahun 2026 dapat menjalani sisa hari Ramadan dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan setiap waktu senggangnya sebagai ladang untuk berzikir dan membaca Al-Qur'an.

Fadhilah Puasa Hari Kedua Ramadan 1447 H

Merujuk Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadan, keutamaan Puasa Hari ke-2 Ramadan 1447 H adalah Allah SWT mencatat setiap ibadah orang yang berpuasa seperti ibadah satu tahun.

Baca juga: 50 Jawaban Ucapan Marhaban ya Ramadhan 2026 yang Hangat, Berkesan, dan Membawa Keberkahan

Kemudian pahala puasa hari kedua Ramadan seperti pahala seorang nabi, mencatat puasa kita seperti puasa satu tahun. 

Serta diampuni dosanya dan kedua orang tuanya.

Pahala puasa hari kedua Ramadan sama melimpahnya dengan hari pertama.

Allah SWT juga menjanjikan hal serupa pada hari kedua puasa Ramadan. 

Allah akan mencatat setiap ibadah orang yang berpuasa dan memberikan pahala yang luar biasa pada orang tersebut.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang pesan Rasulullah SAW disaat umat Islam memasuki bulan Ramadhan.

Rasulullah mengambarkan bahwa “pada setiap malam dari malam-malam Ramadhan Allah bertanya kepada seseorang yang sedang berdoa tiga kali: Apakah ada seseorang yang meminta sesuatu kepada-Ku, lalu Aku berikan permintaannya itu? Aadakh seseorang yang bertaubat, lalu Aku menerima taubatnya? Apakah ada seseorang yang meminta ampun, lalu aku menagmapuni semua dosanya?”

Kemudian apabila seseorang pada hari pertama dari Ramadan itu berpuasa, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah berlalu hingga hari-hari yang sama di dalam bulan Ramadhan itu.

Setiap hari ada 1000 malaikat yang memohon ampun atas dosa-dosanya dari shalat yang dilakukan esok harinya hingga dia tertutup oleh hijab (meninggal dunia), dan dia akan mendapat dari setiap sujud yang dilakukan di dalam shalatnya pada bulan Ramadhan itu, baik malam atau siang, sebuah pohon yang di bawah naungannya berjalan setiap pengendara selama 500 tahun.

Selanjutnya Ahmad Thib Raya juga mengutip hadis tetang Fadhilah puasa Ramadhan diriwayatlkan oleh Abdullah Ibn Mas’ud, di dalam Musdanya. 

“Dari Ibn Mas’ud r.a., dia mendengar Rasulullah bersabda pada saat awal Ramadhan: “Jika hamba-hamba Allah mengetahui rahasia-rahasia yang terdapat di dalam bulan Ramadhan, maka umatku akan berharap agar Ramadhan itu terjadi sepanjang tahun. (Mendengar ucapan Rasulullah itu), ada seseorang yang berasal dari suku Khuzaa’ah meminta kepada Rasulullah untuk menjelaskan rahasia yang terdapat di dalam bulan Ramadhan itu,"  ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Jumat (19/2/2026).

Bacaan Doa Hari Kedua Ramadan 1447 H

Yaa Allah! Dekatkanlah aku Kepada Keridhoan-Mu Dan Jauhkanlah aku Dan Kemurkaan Serta Balasan-Mu. 

Berilah aku Kemampuan Untuk Membaca Ayat-Ayat-Mu Dengan Rahmat-Mu, Wahai Maha Pengasih Dari Semua Pengasih!!

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin:

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H

Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".

Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved