Selasa, 21 April 2026

Ramadan 2026

Pesan Menyentuh Menteri Agama, Taubat Jadi Kunci Perubahan Hidup dan Pengampunan Dosa

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat memulai perbaikan diri dengan taubat sebagai langkah kembali ke jalan yang benar. 

Tangkap layar YouTube KompasTV
SIDANG ISBAT – Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026), sebelum memimpin sidang isbat awal Ramadan 1447 H/2026 M. Ia menjelaskan alasan pemindahan lokasi sidang isbat dari kantor Kemenag karena proyek pembangunan di Jalan MH Thamrin. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat memulai perbaikan diri dengan taubat sebagai langkah kembali ke jalan yang benar.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat memulai perbaikan diri dengan taubat.
  • Menurut Nasaruddin Umar, taubat bermakna kembali ke jalan yang dituntunkan Allah SWT. 
  • Taubat sejati atau taubat nashuha membuka pintu pengampunan seluas-luasnya bagi manusia.

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat memulai perbaikan diri dengan taubat sebagai langkah kembali ke jalan yang benar. 


Pesan ini disampaikan Nasaruddin Umar dalam tulisannya berjudul Awalilah Dengan Taubat, yang menekankan pentingnya kesadaran spiritual dalam memperbaiki masa lalu.

Baca juga: Menteri Agama Soal Perbedaan Awal Ramadan 1447 H: Indonesia Berpengalaman Berbeda Tapi Tetap Utuh


Menurut Nasaruddin Umar, taubat bermakna kembali ke jalan yang dituntunkan Allah SWT. 


Ia menjelaskan, taubat sejati atau taubat nashuha membuka pintu pengampunan seluas-luasnya bagi manusia.


"Awalilah perbaikan masa lampaunya dengan taubat. Taubat berasal dari akar kata taba-yatubu berarti kembali, yakni kembali ke jalan benar yang dituntunkan Allah SWT,"tutur Menteri Agama dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026). 


Ia menegaskan bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, pengampunan tetap terbuka selama taubat dilakukan dengan sungguh-sungguh. 


Dalam tulisannya, ia mengutip ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa Allah menyukai orang yang bertaubat dan mensucikan diri.

 

Taubat Membuka Harapan bagi Setiap Pendosa


Nasaruddin Umar menekankan bahwa Islam memberikan optimisme bagi setiap orang yang ingin berubah. 


Ia mengutip firman Allah SWT yang menegaskan bahwa pelaku kesalahan masih memiliki kesempatan memperoleh ampunan selama memohon dengan tulus.


"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,"imbuhnya. 


Ia juga menyoroti ayat yang mengingatkan agar manusia tidak berputus asa dari rahmat Allah. 


Menurutnya, frasa tentang pengampunan seluruh dosa menjadi jaminan bagi mereka yang datang dengan taubat yang tulus.


Tujuh Syarat Taubat Menurut Imam Al-Gazali


Dalam penjelasannya, Nasaruddin Umar mengutip pandangan Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin mengenai syarat taubat. 


Seseorang dinilai bertaubat sepenuh hati jika memenuhi tujuh hal.


Syarat tersebut meliputi mengucapkan istigfar, meninggalkan perbuatan dosa, menyesali kesalahan secara mendalam, bertekad tidak mengulanginya, mengganti dosa dengan amal kebajikan, mengembalikan hak orang lain, serta meminta maaf secara jujur kepada pihak yang dirugikan.


Nasaruddin Umar menegaskan, jika seluruh syarat itu dijalankan, pengampunan dosa dijamin Allah SWT. 


Ia mengutip hadis yang menyebut bahwa orang yang bertaubat seperti orang yang tidak berdosa.

 

Kisah Pemuda dan Pintu Taubat


Untuk menggambarkan luasnya rahmat Allah, Nasaruddin Umar mengangkat kisah seorang pemuda dalam hadis riwayat Muhammad yang dikenal karena kejahatannya. 


Pemuda itu mencari jawaban apakah dosanya masih bisa diampuni.


Dalam kisah tersebut, pemuda yang telah membunuh banyak orang tetap berusaha mencari jalan taubat dengan mendatangi ulama lain. Ia meninggal dalam perjalanan menuju tempat sang ulama.


Kisah itu menggambarkan perdebatan antara malaikat penjaga neraka dan surga mengenai nasib pemuda tersebut. 


Setelah diukur jarak perjalanannya, ia dinilai lebih dekat ke tujuan untuk bertaubat sehingga dimenangkan oleh malaikat penjaga surga.


"Orang-orang seperti dicontohkan tadi taubatnya bisa diterima, bagaimana dengan kita? Insya Allah Tuhan menunggu pertobatan kita,"jelasnya. 


Melalui kisah tersebut, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun yang datang dengan kesadaran dan niat memperbaiki diri.


Ia mengajak masyarakat untuk tidak menunda pertobatan dan menjadikannya sebagai awal perubahan hidup menuju kebaikan.
 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved