Sabtu, 11 April 2026

Ramadan 2026

Dzikir Sebelum Berbuka Puasa, Memohon Ampunan Allah SWT saat Ramadhan

Rasulullah menganjurkan muslim memperbanyak dzikir dan memohon ampunan Allah SWT saat bulan Ramadhan.

Tribunnews.com
DZIKIR SEBELUM BERBUKA - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Jumat (20/2/2026). Rasulullah menganjurkan muslim memperbanyak dzikir dan memohon ampunan Allah SWT saat bulan Ramadhan. 
Ringkasan Berita:
  • Muslim dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampunan Allah SWT saat bulan Ramadhan.
  • Tidak ada dalil umum maupun khusus yang menyebutkan secara spesifik bacaan dzikir sebelum berbuka puasa.
  • Dzikir sebelum berbuka puasa merujuk pada doa-doa petang.

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang berbuka puasa Ramadhan, umat Islam dapat mengisi waktu dengan memperbanyak membaca dzikir.

Dzikir sebelum berbuka puasa dapat mengacu pada doa-doa pada petang hari, karena tidak ada dalil umum atau khusus yang menyebutkan dzikir sebelum berbuka puasa.

Dalam hadis disebutkan bahwa muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT selama bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda: "Perbanyaklah pada bulan Ramadan empat perkara; dua perkara untuk meraih keridaan Tuhan kalian, dan dua perkara yang kalian sangat membutuhkannya. Dua perkara untuk meraih keridaan Tuhan kalian adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Sedangkan dua perkara yang kalian sangat membutuhkannya adalah kalian memohon surga kepada Allah dan berlindung kepada-Nya dari neraka."
(HR. Ibnu Khuzaimah)

Dikutip dari buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama dan laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut bacaan dzikir sebelum berbuka puasa.

Dzikir Sebelum Berbuka Puasa

اللَّهُمَّ بِكَ أمْسَيْنا، وَبِكَ نَحْيا، وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ

Allāhumma bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.

Artinya: "Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu petang dan karena Engkau kami hidup dan mati, dan kepada-Mu juga kami akan kembali." (HR Ibnu Majah, at-Tirmidzi, Abu Dawud)

Doa Sayyidul Istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allāhumma anta rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Shahih al-Bukhari, no. 6306).

Baca juga: Doa Buka Puasa Latin, Arab, dan Artinya Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Ayat Kursi

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm. Lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man dzal-ladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi idznih. Ya‘lamu mā baina aydīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’. Wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ. Wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā. Wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Astaghfirullah

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah"

Tasbih

 سُبْحَانَ اللّٰهِ

Subḥānallāh 

Artinya: "Maha Suci Allah"

Tahmid

 الْحَمْدُ لِلَّهِ

Alḥamdulillāh 

Artinya: "Segala puji bagi Allah"

Takbir

 اللّٰهُ أَكْبَرُ

Allāhu Akbar 

Artinya: "Allah Maha Besar" 

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.

Artinya: “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Doa Mohon Keselamatan Dunia Akhirat

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘ażāban-nār.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved